SuaraSurakarta.id - Pengemudi feeder koridor 8 di Kota Solo menjadi viral di media sosial (medsos). Pasalnya pengemudi feeder tersebut dipukuli atau dijotosi oleh warga.
Dalam video yang beredar tersebut, feeder yang melaju di kawasan Notosuman dihentikan oleh seorang pengendara motor matik warna merah.
Saat feeder berhenti, selanjutnya pengendara yang masih memakai helm turun dan meminta pengemudi membuka pintu sambil berkata keras.
Namun, pengemudi tidak mau membuka pintu. Akhirnya pintu dibuka paksa oleh pengendara motor dan langsung memukul pengemudi.
Pengemudi feeder hanya diam saat dipukul. Aksi tersebut terekam oleh CCTV yang ada di Feeder Kota Solo ini.
Video tersebut kemudian beredar di medsos dan menjadi viral. Dalam video tersebut terdapat keterangan, yakni.
"Jadi tmn kami sopir angkotan/feeder lewat notosuman jam 6 sore, kalo jam segitu kan udah 2 arah mas, nah sisupir itu lewat jalur kanan, karena kiri dipake parkir, si pemotor lewat arah berlawanan didim sama sisupir,, terus ndak terima gitu mas. Barangkali follower admin ada yang kenal atau lebih hati² lagi g main hakim sendiri semua bisa dibicarakan baik² intinya min, soale setiap angkot atau feeder sudah ada kamera depan dan penumpang gitu min, maturnuwun, punten bahasane blepotan," tulis unggahan itu.
Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan Solo, Taufik Muhammad mengatakan sudah mendapat laporan dari video yang menjadi viral tersebut.
"Kami sudah dapat laporan video itu kemarin. Intinya terjadi pemukulan terhadap sopir feeder di koridor 8," terang dia saat dikonfirmasi, Senin (20/12/2021).
Baca Juga: Hasil Liga 2: Menang 2-0 Lawan Sriwijaya FC, Persis Solo Buka Peluang ke Semifinal
Taufik mengakui belum mendapatkan kronologi secara detail dari kejadian tersebut. Nanti akan meminta penjelasan dari sopir dan pengelola feeder.
"Saya belum dapat kronologi pastinya seperti apa kejadian pemukulan sopir feeder," tandas dia.
Kalau itu memang sebagai tindak pidana, pengemudi feeder diminta untuk melapor ke kepolisian.
"Kami sudah menyampaikan kalau itu tindak pidana, kami suruh untuk melapor ke kepolisian," ungkapnya.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Aksi Nekat Maling di Kadipiro Gagal Total, Tim Sparta Polresta Solo Amankan Terduga Pelaku
-
Solo Disebut Urutan Kedua Kasus HIV/AIDS di Jateng, Ini Respon Respati Ardi
-
Tim Gabungan Polresta Solo Perketat Pengawasan Tempat Hiburan Malam Jelang Libur Panjang
-
Daya Beli Masyarakat Ambyar, Penjualan Hewan Kurban di Kota Solo Turun 20 Persen
-
Marak Teror Pocong Viral di Media Sosial, Polresta Solo Imbau Warga Tetap Waspada