SuaraSurakarta.id - Kenaikan upah buruh selalu dinanti menjelang pergantian tahun di Kota Solo. Pemerintah diharapkan memberikan keputusan standarisasi Upah minimum Kabupaten/Kota atau UMK 2022.
Menyadur dari Solopos.com, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku belum meneken keputusan terkait upah minimum kota atau UMK Solo 2022 kendati sudah mendapatkan angkanya dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Gibran mengaku butuh waktu untuk meneken keputusan tersebut. Sebagaimana diketahui, Gubernur Jateng telah mengumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Tengah 2022 naik 0,78% dibanding UMP tahun sebelumnya.
Pengumuman UMP tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Tengah No 561/37 tentang Penetapan Upah Minimum Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022. Dengan terbitnya SK tertanggal 20 November 2021 itu, UMP 2022 resmi naik 0,78 % menjadi Rp1.812.935. Tahun lalu UMP Jateng senilai Rp1.798.979.
Kendati begitu hingga pekan keempat November, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengaku belum meneken nilai UMK Solo 2022.
“Angkanya sudah saya pegang, tapi tunggu dulu. Saya butuh waktu,” katanya kepada wartawan, Jumat (26/11/2021).
Ditanya soal perkiraan kenaikan yang tak lebih besar dari sebungkus nasi dibandingkan tahun lalu, Gibran menyebut hal itu bukan perkara jumlah. Ia meminta pekerja melihat kondisi perekonomian saat ini di mana pengusaha juga mengalami dilema.
“Pengusaha itu ya berat. Tunggu saja, belum saya tandatangani. Saya butuh waktu, butuh koordinasi dengan teman-teman buruh dan teman-teman pengusaha. Ya, secepatnya [saya tandatangani],” ucap Gibran.
Permintaan Pengusaha dan Buruh
Baca Juga: Penuhi Tuntutan Buruh, Pemkab Bandung Rekomendasikan UMK 2022 Naik 10 Persen
Jika UMK Solo 2022 mengikuti kenaikan UMP Jateng, maka nilainya menjadi Rp2.029.518 dari tahun sebelumnya Rp2.013.810. Padahal UMK 2021 itu hanya naik 2,94% dari UMK 2020 yang nilainya Rp1.956.200.
Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Solo, Wahyu Haryanto, mengaku dewan pengupahan sudah membahas usulan UMK dan berita acara pembahasan itu sudah disampaikan kepada wali kota.
“Isi berita acara memuat permintaan serikat dan permintaan pengusaha. Seluruhnya disampaikan kepada wali kota, dan beliau nantinya yang memutuskan [nilai UMK],” katanya, Minggu (28/11/2021).
Wahyu enggan menyampaikan nilai usulan UMK 2022 dari pengusaha, namun dipastikan mengalami kenaikan dan tetap berada di atas UMP Jateng. Sementara itu, Wakil Serikat Pekerja Nasional (SPN) Solo, Sulardi, menyebut buruh menginginkan kenaikan 10% dari UMK tahun lalu.
Persentase kenaikan berdasarkan perhitungan batas atas dan bawah upah lantaran tak ada survei kebutuhan hidup layak (KHL) pada tahun ini.
“Sidang Dewan Pengupahan Kota Solo dilaksanakan pada Senin [22/11/2021], berita acara sudah dikirim ke gubernur dan wali kota,” jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Kaesang Sesumbar Jadikan Jateng Kandang Gajah: PSI Menang Mutlak di Pemilu 2029!
-
Mengejutkan! Hasan Nasbi Temui Jokowi di Rumah Pribadi, Apa Obrolan Rahasia Selama Satu Jam?
-
Izin Pembangunan Bukit Doa Dicabut Bupati Karanganyar, LBH GP Ansor Bakal Gugat ke PTUN
-
Solo akan Berlakukan Jam Wajib Belajar, Respati Ardi Minta Orang Tua Ikut Mengawasi
-
Kembalikan Kerugian Negara Triliunan Rupiah, Ketua Komjak RI Apresiasi Kejaksaan Agung