SuaraSurakarta.id - Kondisi pasar kayu ringan atau lightwood semakin membaik hantaman Covid-19 yang berangsur membaik belakangan ini.
Seperti diketahui, pandemi tak hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun juga perekonomian dunia yang terkena hantaman.
Ketua Umum Indonesian Light Wood Association (ILWA), Setyo Wisnu Broto menjelaskan, membaiknya kondisi lightwood terlihat dari meningkatnta permintaan terhadap produk itu dari Indonesia.
Tak tanggung-tanggung, permnintaan datang dari sejumlah negara, seperti Amerika dan Eropa.
"Kita melihat pasar mulai grow up (tumbuh). Jadi ada sebuah demand yang cukup besar, yang mana disini perlu disikapi karena bersamaan dengan kondisi pasar yang naik itu, kontainer mengalami kesulitan atau kelangkaan," kata Setyo Wisnu usai acara The 6th Indonesian Lightwood Coorperation Forum (ILCF) di Hotel Novotel Solo, Senin (1/10/2021) dalam rilis yang diterima.
Setyo memaparkan, tidak seimbangnya perkembangan kondisi di tiap-tiap negara dalam hal penanganan Covid-19 membuat penggunaan kontainer tidak bisa berjalan seimbang.
"Jadi misalnya kita mengirim kontainer ke Eropa, karena di sana belum pulih benar kegiatan ekonominya hingga membuat kontainer kita nggak balik-balik, karena tertahan di sana. Sehingga tidak bisa pulang pergi dalam kondisi isi semua," imbuhnya.
Ia mengatakan di awal pandemi Covid-19 permintaan kayu dari pasar ekspor mengalami penurunan hampir 70 persen jika dibandingkan dengan awal sebelum pandemi.
"Kalau dulu ekspor dari anggota ILWA bisa sampai 540 juta dolar AS per tahun, kemudian saat pandemi turun menjadi 150-200 juta dolar AS per tahun. Saat ini kami menuju 250-300 juta dolar AS," paparnya.
Baca Juga: Produksi Rotan untuk Hilirisasi Industri
Meski demikian, lanjutnya, para anggota ILWA tetap berupaya melakukan ekspor produk-produk lightwood, salah satunya dengan melakukan pengiriman tanpa menggunakan kontainer.
"Jadi kita pakai packacing sedemikian rupa dan langsung dimasukkan ke dalam kapal kemudian diangkut ke negara pemesan. Sebenarnya cara ini jatuhnya lebih murah dari sisi biaya, tetapi sayangnya belum semua negara menerima cara seperti ini," ujar dia.
Karena itu, ia berharap agar ada bantuan untuk menembus negara-negara tujuan ekspor produk lightwood dari Indonesia yang belum menerima pengiriman barang tanpa kontainer. Sehingga pengusaha bisa memenuhi permintaan yang mulai banyak masuk.
"Yang sudah menerima pengiriman tanpa kontainer di Amerika, karena memang mereka sendiri saat ini sangat membutuhkan barang dan tidak bisa menunggu sampai kontainer tercukupi baru bisa kirim barang. Untuk negara-negara lain baru kita coba," ucap Wisnu.
Selama ini selain Amerika Serikat, negara utama tujuan ekspor produk lightwood diantaranya adalah negara-negara di Eropa. Sedangkan untuk negara-negara di Asia seperti Jepang dan Taiwan mulai tumbuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Gerak Cepat, Resmob Polresta Solo Tangkap Pelaku Curas Bersenjata Celurit
-
Cerita Warga Desa Wunut Klaten Dapat THR dari Pemdes, Buat Beli Baju dan Kue Lebaran
-
7 Fakta Lansia Ditusuk Saat Melerai Perkelahian di Nusukan Solo
-
Tuntas! Jaksa Eksekusi Uang Penggelapan Rp9,7 Miliar di Kasus Pegawai Bank Jateng
-
Takut dan Khawatir, Calon Jemaah Umroh di Solo Minta Cancel Pemberangkatan