Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Selasa, 02 November 2021 | 14:24 WIB
Ilustrasi racun. Wanita di Klaten tewas usai minum air dari dalam kulkas, ia diduga diracun oleh kakak iparnya. [Shutterstock/pzAxe]

Lantaran curiga, Sigit mencicip air yang disimpan dalam wadah di kulkas. Ternyata air itu berasa getir dan panas di mulut. Di saat itulah, muncul kecurigaan bahwa istrinya meninggal dunia karena diracun.

“Di dalam kulkas itu ada minuman es teh dan enam botol berisi air putih [termasuk air mineral]. Rinciannya ada dua botol air mineral, satu botol air, dua botol tupperware berisi air putih, dan es teh,” kata Sigit, saat ditemui wartawan di Taji, Kecamatan Juwiring, Selasa (2/11/2021) pagi.

Hal senada dijelaskan ayah Hany, Slamet Santosa. Munculnya dugaan HDS meninggal dunia akibat diracun menyusul pengakuan Sigit yang merasakan air minum yang disimpan di kulkas.

“Airnya itu katanya berasa kemramas. Sigit Nugroho yang sempat merasakan [tak sampai diminum] sempat muntah-muntah dan bagian mulut/lidah menjadi keras. Ternyata, belakangan diketahui yang diberi racun itu tak hanya di air mineral/air putih. Tapi, air susu [milik anak Hany] dan garam di dapur juga diberi racun. Awalnya, orang kampung sini memang mengira Hany sakit,” kata Slamet Santosa.

Baca Juga: Uang di Kantong Tinggal Rp5.000, Pemuda Asal Klaten Nekat Bobol Kotak Infaq

Setelah memperoleh laporan adanya dugaan warga Taji diracun, Senin (1/11/2021) sore, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian. Selain memeriksa sejumlah saksi, polisi langsung mengolah tempat kejadian perkara (TKP). Guna mempertajam analisisnya, polisi mengautopsi jenazah Hany.

Polisi Mendatangi TKP

Air minum yang tersisa di kulkas juga diteliti polisi melalui laboratorium forensik. Hasil sementara diperoleh bahwa Hany meninggal dunia karena diracun. Setelah autopsi rampung, HDS dimakamkan di Taji, Kecamatan Juwiring, Selasa dini hari.

“Kami sudah mendatangi lokasi kejadian perkara. Kami sudah mengamankan seorang yang terindikasi melakukan aksi itu. Untuk teknisnya, silakan ke Satreskrim Polres Klaten,” kata Kapolsek Juwiring, Iptu Sumardi, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo.

Berdasarkan penelusuran, Hany sempat cekcok dengan salah seorang kakak ipar suaminya, SRB, 40, sekitar 3-4 hari sebelum Hany meninggal dunia.

Baca Juga: Wow! Air Hujan di Klaten Ini Bisa Sembuhkan Orang Sakit

SRB tinggal tak jauh dari rumah Hany. Sebelum meninggal dunia, SRB sering menjelek-jelekkan Hany dengan kata-kata kasar. Hany pun sempat menceritakan hal itu ke suaminya.

Load More