Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Minggu, 31 Oktober 2021 | 12:49 WIB
Ilustrasi bantuan sosial. Penerima PKH di Klaten akan dicoret, hal itu karena mereka mendadak menjadi orang kaya. (Dok: Kemensos)

SuaraSurakarta.id - Hal unik terjadi di Kabupaten Klaten. Terdapat puluhan orang kaya baru (OKB).

Warga Klaten itu menjadi jutawan bahkan miliarder gara-gara terdampak jalan tol Solo-Jogja.

Hal itu tentu saja menjadi sasaran bidik graduasi dari kepesertaan program keluarga harapan (PKH). Sebab warga klaten tersebut sudah tidak lagi membutuhkan bantuan sosial. 

Puluhan warga prasejahtera itu dinilai sudah mampu karena menjadi jutawan atau bahkan miliarder setelah memperoleh uang ganti rugi (UGR) jalan tol Solo-Jogja.

Baca Juga: Cerita Purini Pendamping PKH di Pedalaman Kalimantan, Gunakan Klotok Kunjungi Warga

Menyadur dari Solopos.com, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dissos P3AKB) Klaten, M., Nasir, mengatakan pembangunan jalan tol Solo-Jogja telah memberikan dampak positif ke warga di Klaten. Hal itu termasuk warga prasejahtera yang selama ini telah memperoleh PKH.

“Banyak OKB karena jalan tol Solo-Jogja. Mereka bisa bekerja atau berkarya karena memperoleh UGR jalan tol Solo-Jogja. Warga terdampak jalan tol Solo-Jogja itu menjadi salah satu sasaran kami agar segera masuk dalam graduasi. Kami terus mengedukasi kepada mereka,” kata M. Nasir, Minggu (31/10/2021).

Hal senada dijelaskan Koordinator Pendamping PKH Klaten, Theo Markis. Sebanyak 250 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Bersinar telah diusulkan segera dinonaktifkan dari PKH. Ratusan KPM itu dinilai telah mampu secara ekonomi. Total KPM di Klaten hingga sekarang masih mencapai 61.098 KPM.

“Sebanyak 250 KPM itu masuk dalam bidik graduasi. Hal itu termasuk para KPM yang telah menerima UGR jalan tol Solo-Jogja. Jumlahnya kurang lebih mencapai 30 orang hingga sekarang,” katanya.

Theo Markis mengatakan penyisiran akan terus dilakukan terhadap para KPM terdampak jalan tol Solo-Jogja. Hal itu disesuaikan dengan rampungnya pembayaran ganti rugi di beberapa wilayaj di Klaten.

Baca Juga: Wow! Air Hujan di Klaten Ini Bisa Sembuhkan Orang Sakit

“Proses ganti ruginya itu kan belum semuanya. Baru sampai di Karanganom,” katanya.

Load More