SuaraSurakarta.id - Dalam sepekan terakhir, internal PDIP digoncang dengan munculnya narasi banteng versus celeng yang dilontarkan Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul.
Kondisi itu semakin memanas dengan beragam tanggapan yang keluar dari kader dan pengurus partai berlambang banteng moncong putih di berbagai daerah yang suaranya terbelah untuk dukungan ke Ganjar Pranowo menuju Pilpires 2024.
Meski demikian, pengamat politik UNS Solo, Agus Riewanto, menilai polemik itu merupakan setingan untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas Ganjar Pranowo dan PDIP.
“Menurut saya dinamika PDIP yang berkonflik antara orang yang pro Ganjar Pranowo dengan yang tidak, hemat saya itu hanya bagian dari upaya untuk menaikkan popularitas Ganjar saja sebenarnya,” kata Agus Riewanto diwartakan Solopos.com--jaringan Suara.com, Sabtu (16/10/2021).
Menurut Agus, di dunia politik cara seperti itu sah-sah saja dilakukan partai politik untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas. Dengan memunculkan konflik di internal PDIP, seperti banteng vs celeng, secara otomatis mereka menjadi perbincangan publik hingga cukup lama.
“PDIP sudah memulai hal itu. Ya sah-sah saja dalam rangka untuk mencari kekinian publik kan. Siapa sih capres yang layak digadang-gadang mereka. Jadi tidak ada masalah di PDIP sebenarnya. Tidak ada friksi, hanya untuk menaikkan popularitas saja,” sambungnya.
Selain itu, dirinya juga meyakini konflik yang terjadi antara Ganjar Pranowo, FX Hadi Rudyatmo, dan Bambang Pacul Wuryanto, sebenarnya tak ada.
“Saya mempercayai itu tidak ada konflik. Mereka tak ada masalah,” urainya.
Selain untuk menaikkan popularitas Ganjar, menurut Agus, dengan memunculkan friksi di internal partai akan ikut mengangkat nama PDIP. Poinnya bagaimana menyampaikan pesan kepada publik bahwa tidak mudah untuk menjadi capres dari partai itu.
Baca Juga: Ramai Polemik PDIP soal Banteng vs Celeng, Begini Tanggapan Gibran
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Digunakan Ratusan Ribu Konsumen, Pherini Body Lotion Tuai Banyak Review Positif
-
Kubu PB XIV Purboyo Gelar Tingalan Dalem Jumenengan di Kediaman Raja Sasana Narendra
-
Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
-
Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest di Solo Tetap Digelar
-
Belasan Karyawan Pabrik Tas Perempuan di Solo Alami Kesurupan, Teriak-teriak Histeris