SuaraSurakarta.id - Kota Solo merupakan kota yang rawan terhadap penyebaran virus HIV/AIDS. Saat ini jumlah kasus tertinggi mencapai 946 orang per Juni 2021 kemarin.
"Kota Solo masih rawan terhadap penyebaran HIV/AIDS. Ini jadi salah satu perhatian untuk penanganan, per Juni kemarin itu ada 946 kasus," ujar Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo, Widdi Srihanto, Rabu (13/10/2021).
Widdi mengatakan, jika jumlah tersebut tersebar di berbagai kelurahan di Kota Solo. Berdasarkan data tersebut, maka KPA dan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan bersama-sama berkomitmen untuk penanganan HIV/AIDS di Solo.
"Pada rapat koordinasi tahunan 2021, tercatat perkembangan data HIV/AIDS di Kota Solo ada delapan kasus baru yang harus. Itu segera di tangani oleh tim khusus yang bekerjasama dengan Puskesmas terdekat," katanya.
KPA sendiri sudah bekerjasama dengan puskesmas-puskesmas di Kota Solo, Ini sebagai upaya dalam penanganan kasus HIV/AIDS di Kota Solo, jadi bisa tertangani dengan cepat.
"Kita sudah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, jadi begitu ada kasus. Maka puskesmas terdekat bisa langsung bertindak menangani dengan sigap," ungkap dia.
Untuk pengawasan dan pembinaan masyarakat terus dilakukan. Apalagi di masing-masing kelurahan punya Warga Peduli AIDS (WPA) yang berjumlah 54 WPA, sehingga pengawasan akan lebih intens.
Sementara itu Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa menyampaikan dengan tegas bahwa penyebaran HIV/AIDS harus ditekan. Ini agar tidak terjadi kenaikan angka kasus baru,
"Pemkot dan KPA saling bekerjasama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS. Dengan tegas ini harus ditekan," terangnya.
Baca Juga: Mantap Lur! Gading Marten Resmi Jadi Presiden West Bandits Solo
Teguh juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memera ngi HIV/AIDS di Kota Solo. Di mana dengan cara rumus-rumus jaman now (sekarang).
Caranya itu dengan melakukan edukasi, pendampingan dan menanamkan karakter mereka untuk melakukan perubahan dalam kehidupannya.
"Masyarakat harus bisa memerangi HIV/AIDS di Solo. Jangan sampai kasus meningkat," tandas dia.
Teguh juga meminta kepada KPA untuk selalu memberikan yang terbaik terhadap ODA dan ADA yang di Kota Solo. Cara dengan edukasi yang lebih, ini agar masyarakat tidak mengucilkan para penderita HIV/AIDS.
"Harus ada perhatian terhadap ODA dan ADA. Sampai ada masyarakat yang mengucilkan para penderita HIV/AIDS," pungkasnya.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
5 Pilihan Hotel Mewah di Bandung untuk Pengalaman Staycation Berkelas
-
Jadwal Azan Magrib dan Buka Puasa Kabupaten Sukoharjo Senin 23 Februari Lengkap dengan Doa
-
Dua Warga Klaten Tertipu Rekrutmen CPNS, Pelaku Asal Semarang Diciduk, Ini Kronologinya
-
Kirim Surat ke BPK RI, Tedjowulan Minta Audit Dana Keraton Kasunanan Surakarta di Masa PB XIII
-
Tim Sparta Polresta Solo Amankan Pelaku Percobaan Curanmor, Bawa Tembakau Gorila