Situs gajah putih di Sawit Kabupaten Boyolali memilki kisah menarik. Gajah itu konon katanya adalah sumpah serapah dari petinggi kerajaan mataram kuno. [Suara.com/ Ari Welianto]
Saat ini situs tersebut banyak dikunjungi masyarakat yang ingin tahu Gajah Putih yang sedang ndekem dan dikeramatkan oleh masyarakat.
Apalagi tempatnya itu satu lokasi dengan Museum Gempa bumi yang dibangun 11 tahun setelah kejadian tersebut.
"Jadi pengunjung selain tahu sejarah gempa bumi Yogyakarta bisa tahu juga tentang asal usul gajah putih," imbuhnya.
Patung gajah putih tersebut berada di bawah bangunan sebelah kiri setelah prasti museum. Terlihat batu berbentuk gajah dengan posisi ndekem berada di tempat yang sengaja dibuat dengan bentuk kotak.
Kontributor : Ari Welianto
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Heboh Isu Larangan Memakai Jilbab Saat Wawancara Magang di Solo Safari, PKS Turun Langsung
-
Canggih! Ompreng Makan Bergizi Gratis di Solo Lewati Sinar UV dan Disegel 360 Derajat
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar di Jakarta
-
Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
-
Kemenpora Beri Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 kepada BRI