Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 11 September 2021 | 14:59 WIB
Puma Slingshot Solo Club (PSSC) saat berlatih di kawasan Stadion Manahan Solo. [Suara.com/Ari Welianto]

SuaraSurakarta.id - Ketapel biasanya dipakai untuk kegiatan-kegiatan negatif, seperti buat tawuran atau disalahgunakan yang bisa merugikan masyarakat.

Ketapel sendiri merupakan senjata atau mainan tradisional berbahan kayu yang dibentuk huruf Y. 

Tapi ditangan komunitas Puma Solo Slingshot Club (PSSC), ketapel dijadikan sebagai permainan yang menghibur. Bahkan akan dijadikan olahraga prestasi, karena berbagai turnamen sudah digelar.

PSSC merupakan salah satu komunitas pecinta ketapel di Solo. Mereka akan mempopulerkan permainan ketapel ke masyarakat luas, dan akan diupayakan sebagai olahraga.

Baca Juga: Ikan Belida Jadi Maskot Festival Olahraga Rekreasi, Pesan Melestarikan Satwa

"Kita masih kesulitan untuk mengenalkan permainan ketapel. Karena mindset masyarakat soal ketapel masih hal-hal negatif," ujar salah satu pendiri PSSC, Arfani Nugroho saat ditemui di kawasan Stadion Manahan Solo, Sabtu (11/9/2021). 

Untuk permainan ketapel yang diperkenalkan PSSC seperti olahraga memanah dengan membidik sebuah sasaran. Tapi sasarannya berbeda, sasaran permainan ketapel itu multi target lima buah yang berbentuk bulat dengan masing-masing ukuran 8, 7, 6, 5, 4 centimeter (cm).

Tiap sasaran itu memiliki poin yang berbeda-beda. Poin untuk sasaran yang ukurannya besar kalau kena nilainya satu dan seterusnya hingga yang terbesar nilainya lima. 

Jarak untuk menembak itu 10 meter. Untuk peluru yang digunakan memakai gotri dengan ukuran 8 milimeter (mm).  
  "Ini kalau di luar negeri sebagai olahraga. Sudah ada asosiasinya bernama World Slingshot Association (WSA) yang pusatnya di Italia, kalau asosiasi di Asia ada di China," kata dia. 

Jika di Indonesia khususnya Kota Solo, permainan ketapel cenderungnya masuk olahraga tradisi. Karena aturan dan peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan standar di dunia. 

Baca Juga: Satu dari Dua Terduga Teroris di Bekasi Jabat Pengurus RT Bidang Olahraga

Untuk itu, saat ini tengah diperjuangkan masuk di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Mengenalkan atau mempopulerkan ke masyarakat terus dilakukan dan menjadi fokus saat ini, bahkan di Solo sudah rutin digelar kompetisi. 

Load More