Budi Arista Romadhoni
Minggu, 08 Agustus 2021 | 11:45 WIB
Warga di Dukuh Beji, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, mencuci bendera merah putih menjelang Hari Kemerdekaan, Minggu (8/8/2021). [Bayu Jatmiko Adi/Solopos]

SuaraSurakarta.id - Perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) biasanya digelar dengan berbagai kegiatan. Namun, saat ini tengah berada dalam situasi Pandemi Covid-19. Tentu saja, perayaan tidak akan semarak seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Di Kabupaten Boyolali terdapat kegiatan unik dalam menyambut hari kemerdekaan RI. Yaitu mencuci bendera bersama sebelum dipasang di rumah masih-masing. 

Kegiatan mencuci bendera bersama itu dilakukan sejumlah warga di RT 05/RW 03, Dukuh Beji, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Boyolali untuk menyambut Kemerdekaan, Minggu (8/8/2021).

Ilustrasi bendera merah putih (freepik.com)

Menyadur dari Solopos.com, warga Ampel Kabupaten Boyolali itu secara gotong royong mencuci bendera merah putih masing-masing di depan musala setempat.

Mematuhi Prokes

Persiapan tersebut dilakukan untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus nanti. Bendera-bendera tersebut dicuci agar terlihat bersih sebelum dipasang.

Di tengah pandemi Covid-19, kegiatan kerja bakti dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Dengan mengenakan maskes, serta menjaga jarak.

Kepala Desa Sidomulyo, Muh. Sawali, mengatakan kegiatan kerja bakti tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan setiap menjelang Hari Kemerdekaan.

Namun untuk dua tahun terakhir ini, kegiatan dilakukan secara terbatas. “Ini adalah untuk memupuk rasa nasionalisme warga. Ini rutin kami lakukan. Jika sebelum pandemi, kegiatan bisa melibatkan semua karangtaruna dan warga. Namun selama pandemi Covid-19 dua tahun terakhir, kegiatan hanya melibatkan beberapa warga dan karangtaruna sebagai perwakilan,” kata dia, Minggu.

Baca Juga: Nasib Penjual Bendera Merah Putih di Tengah Pandemi Covid-19

Meski hanya dilakukan secara terbatas, diharapkan makna kegiatan tersebut bisa tetap tercapai. Kebersamaan warga tetap berjalan, dan rasa nasionalisme warga tetap terjaga.

Massa menyemprtokan cairan disinfektan saat pengibaran bendera merah putih raksasa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta, Rabu (2/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Sementara untuk kegiatan perayaan Hari Kemerdekaan, di Desa Sidomulyo, juga hanya dilakukan secara terbatas. “Biasanya ada lomba-lomba untuk anak-anak, kegiatan malam tirakatan, upacara dan sebagainya. Tapi dua tahun ini, hanya dilakukan upacara, itu pun secara terbatas dan dengan protokol kesehatan,” lanjut dia.

Salah satu warga, Maryani, mengatakan untuk acara cuci bendera selalu dilakukan menjelang Hari Kemerdekaan, di awal Agustus. Namun di dua tahun terakhir, kegiatan hanya dilakukan terbatas.

Di sisi lain, di masa pandemi Covid-19 saat ini, warga termasuk dirinya sudah merindukan adanya perayaan yang meriah seperti tahun-tahun sebelumnya. Dia berharap pandemi Covid-19 bisa segera berakhir dan kegiatan warga bisa berjalan normal kembali.

Load More