SuaraSurakarta.id - Kontingen China semakin terbendung dalam perburuan gelar juara Olimpiade Tokyo 2020.
Hingga Rabu (4/8/2021) dini hari WIB, seperti dikutip dari situs resmi Olimpiade, kontingen China kukuh di puncak klasemen medali dengan 32 emas, 21 perak, dan 16 perunggu. Total China menyabet 69 medali.
China meninggalkan jauh dari Amerika Serikat yang berada di urutan kedua dengan 24 emas, 28 perak, dan 21 perunggu. Meski berada di urutan kedua, total medali yang dikumpulkan Amerika Serikat adalah yang terbanyak yaitu 73 medali.
Tuan rumah Jepang berada di posisi ketiga dengan 19 emas, 6 perak, dan 11 perunggu. Jepang total mengumpulkan 36 medali, yang merupakan terbanyak kelima dari seluruh kontingen.
Baca Juga: Ucap 'Woo Chao' saat Tanding, Ganda Putri China Ini Bikin PBSI Korea Meradang
Sementara itu Indonesia berada di posisi 39 atau masih di zona sesuai target awal yakni posisi 42 besar..
Meski demikian, posisi Indonesia memang rawan gusur karena sudah tidak berlaga lagi di sisa waktu Olimpiade Tokyo 2020. Atlet Indonesia sudah memainkan seluruh cabor yang diikuti, sehingga tidak bisa menambah medali lagi.
Medali terakhir Indonesia didapatkan pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Ginting. Menghadapi Kevin Cordon di perebutan medali perunggu, Anthony Ginting menang dengan skor 21-11 dan 21-13.
Total Indonesia mendapatkan 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Total lima medali diraih kontingen Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020 yang akan ditutup pada 8 Agustus mendatang.
Kelima medali tersebut dipersembahkan oleh Greysia Polii/Apriyani Rahayu (emas), Eko Yuli Irawan (perak, angkat besi 61 kg/putra), Windy Cantika Aisah (perunggu, angkat besi – 49 kg/putri), Rahmat Erwin Abdullah (perunggu, angkat besi – 73 kg/putra), dan Anthony Ginting (perunggu, bulu tangkis tunggal putra).
Baca Juga: Olimpiade Tokyo: Saat Dua Remaja Bersahabat Berebut Medali Emas Skateboard
Berikut 5 besar klasemen medali Olimpiade Tokyo 2020, Rabu (4/8/2021) pagi WIB:
Berita Terkait
-
Sandy Walsh Tuntut Main Penuh, Yokohama Marinos Dalam Bahaya, Kok Bisa?
-
Kata AFC dan Media Asing Soal Ole Romeny Pecundangi Striker Inter Milan
-
Sederet Keistimewaan Tristan Gooijer: Pantas Bikin PSSI Kepincut
-
Sepak Terjang Yaman U-17, Bisa Jadi Lawan Terberat Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 2025
-
Ekspor Bisa Turun dan Berujung Badai PHK, Hanif Dhakiri: Tarif AS Alarm Serius, Pemerintah Harus...
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
Terkini
-
Terendam Banjir, Underpass Simpang Joglo Solo Ditutup Total
-
Sempat Tak Percaya, Ini Momen Bima Arya Kaget Ada Wisata Jokowi di Solo
-
25 Kepala Daerah Ikuti Retret Gelombang Kedua, Ini Kata Wamendagri
-
Solo Tertibkan Parkir Liar, 6 Mobil Kena Tindak Tegas di Pasar Gede
-
Pasca-Lebaran 2025, Ekonomi RI Diprediksi Pulih Berkat Stabilitas Harga Pangan