SuaraSurakarta.id - Indonesia kaya akan makanan tradisional yang lezat, termasuk dari Kota Solo, Jawa Tengah.
Termasuk jajanan pasar bernama klepon. Seperti diketahui, klepon adalah salah satu jajanan pasar yang bentuknya bulat kecil, berwarna hijau, kenyal, manis, berisi gula merah, dan disajikan dengan parutan kelapa.
Cara membuat klepon memang identik dengan trik-trik tradisional. Sehingga rasanya masih tetap otentik sampai sekarang.
Tak butuh waktu lama untuk membuat klepon, cukup luangkan 30 menit untuk membuat camilan tradisional Indonesia ini.
Salah satunya adalah Fitriani. Perempuan berparas cantik yang tinggal di Jalan Nusa Indah X, Punggawan, Banjarsari, Solo merupakan pelopor jajanan tersebut yang dinamami 'Klepon Mama Fitri'. Bagi penggemar jajanan tradisional di Soloraya, sosok Fitriani memang sudah tak asing lagi.
"Memang resep racikan sendiri. Bahan dasarnya sama seperti tepung ketan, isinya gula arennya dijamin lumer dan nyeprot," ungkapnya saat berbincang dengan Suarasurakarta.id, Kamis (29/7/2021).
Cara membuatnya pun cukup mudah. Tepung ketan dan air hangat yang sudah dicampur pasta pandan, diaduk rata atau uleni ringan dengan tangan.
Rebus dalam air mendidih, jika sudah mengapung biarkan dulu kira-kira 3 menit agar bagian dalam juga benar-benar matang. Kemudian angkat dan langsung gulingkan di kelapa parut yang sidah dikukus tadi siap untuk disajikan.
Sosok yang akrab dispa Fitri itu memaparkan, dirinya belajar membuat klepon secara otodidak.
Baca Juga: Ngakak! Isian dan Daun Pisang Dipisah, Pelanggan Harus Rakit Lemper Sendiri
"Yang pasti tanpa bahan aneh-aneh. Dengan pewarna alami endapan jus daun pandan untuk warna hijaunya. Itu lebih aman," tuturnya.
Hanya saja, Fitri menjelaskan perbedaan dan ciri khas mencolok dari klepon buatannya adalah ukuran dan tekstur yang lebih besar.
"Jadi kleponnya lebih besar,lebih empuk,kenyal,isi gula arennya banyak,taburan kelapanya juga banyak. Kemudian awet sampai besoknya Insya Allah tidak basi dan dijamin bersih," kata dia.
Dia menceritakan, awalnya dirinya tertarik membuat klepon sejak awal pandemi Covid-19 lalu. Kebetulan, dirinya yang juga guru les berenang sepi ordernan lantaran hantaman pandemi.
"Itu juga pas ada hoax klepon tidak Islami juga. Saya coba iseng-iseng terus saya foto dan unggah di Whatsapp story. Ehh malah banyak yang pesan," ucap dia.
"Akhirnya malah banyak pesanan bahkan sampai sepekan full. Sehingga sehari hanya saya batasi 25-30 besek saja," tambah Fitri.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Pakar Hukum Ungkap Dampak Ketegangan Polisi dan Jaksa: Bisa Jadi Celah Para Koruptor
-
Minim Kompetisi, Hydroplus Soccer League All Star Kesempatan Emas Tim Putri Solo Tambah Jam Terbang
-
Bupati Sukoharjo Resmi Pakai Rompi Oranye, KPK Sita Barang Bukti Miliaran Rupiah!
-
Samba Persada Women Akhiri Kiprah di Hydroplus Soccer League All Stars, Pelatih Tetap Bangga
-
Ini Respon DPC PDIP Sukoharjo Usai Etik Suryani Ditangkap KPK