SuaraSurakarta.id - Kabar baik bagi warga Kabupaten Karanganyar yang tengah menjalani isolasi mandiri (Isoman). Tidak perlu memasak, cukup menghubungi PMI, maka makanan akan diantar.
Dilansir dari Timlo.net, program PMI Karanganyar berbagi makanan siap saji untuk masyarakat yang sedang isolasi mandiri (isoman), laris diakses. Tiap hari, relawan PMI mengantarkan nasi bungkus dan lauk pauknya ke mereka yang memesan.
Dari balik pintu rumah, pemesan mengucapkan terima kasih ke relawan yang bersedia meluangkan waktu, tenaga dan uangnya demi memenuhi asupan nutrisinya. Puluhan nasi kotak telah terdistribusi ke 18 keluarga pada Sabtu (24/7/2021) kemarin.
Para isoman sudah terlebih dulu memesan di hari sebelumnya di nomor 081325729080 dan mendaftar sebelum pukul 17.00 WIB. Mereka dari wilayah Karanganyar Kota seperti Lalung, Tegalasri dan wilayah terdekat markas PMI seperti Palur dan Buran.
Ketua PMI Karanganyar Timotius Suryadi mengatakan, layanan tersebut dilatarbelakangi adanya warga yang sedang isoman, namun kesulitan untuk mendapatkan makanan, bahan pokok untuk dimasak, bahkan kesulitan untuk memasak karena kondisi tidak memungkinkan.
“Mungkin juga ada sumbatan komunikasi, hingga kesulitan itu muncul. Dari situ, PMI ingin membantu, agar warga yang isoman tak kebingungan. Kami berupaya menjembatani kesulitan itu, semaksimal mungkin dengan apa yang bisa kami kerjakan,” katanya.
Dari rekapitulasi pendaftaran, petugas PMI selanjutnya menyiapkan paket makanan siap saji, yang dibeli dari sejumlah pedagang makanan yang terdampak PPKM Darurat di area terdekat rumah isoman. Cara ini memudahkan petugas mendapatkan makanan segar dan siap santap.
Sejak layanan dibuka dua pekan lalu, dalam sehari 20-39 paket makanan siap saji yang dikirim petugas PMI. Dia berharap layanan tersebut gayung bersambut para relawan dan dermawan agar menangani pesanan di luar Karanganyar Kota.
Baca Juga: Puluhan Pesilat Diamankan di Karanganyar: Balut Gir Motor di Ikat Pinggang!
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Ini Kondisi Museum Keraton Surakarta Usai Dibuka, Belum Semua Tersentuh Revitalisasi
-
Ikuti Owner Meeting di Jakarta, Maestro Solo Semakin Antusias Debut di PFL 2!
-
Gagal Kabur, Ini Momen Terduga Pelaku Pencurian Helm Diamankan Warga dan Tim Sparta
-
Cegah Sweeping Ormas Saat Ramadan, Polresta Solo Tingkatkan Patroli dan Pengawasan THM
-
Mandom Indonesia Perkokoh Kemitraan dengan Awak Media di Jantung Kota Solo