SuaraSurakarta.id - Pandemi Covid-19 membuat ekonomi masyarakat semakin menurun. Sama halnya dengan Perajin lukis perabot rumah tangga di Kelurahan Joyosudiran Kecamatan Pasar Kliwon Kota Solo ini.
Perajin lukis perabot rumah tangga di Solo ini selama pandemi Covid-19 masih bertahan dan berproduksi melayani permintaan pasar.
Ia adalah Fairus Ali Ba'asir (45) perajin lukis peraboT rumah tangga warga RT 03 RW 11 Joyosudiran Pasar Kliwon di Solo. Ia mengatakan sejak pandemi Covid-19 masuk Indonesia pada 2020 dirinya tetap bertahan dan berkarya melukis berbagai perabot rumah tangga sesuai pesanan pasar.
Bahkan, produksi karya lukisnya yang menempel di perabot rumah tangga bukan hanya melayani pelanggan lokal, tetapi juga hingga sampai ke pasar mancanegara.
Fairus menjelaskan pada bulan puasa Ramadhan tahun ini, telah mendapat pesanan mengerjakan piring lukis motif lafal Allah dan Muhammad yang merupakan pesanan dari Yogyakarta sebanyak 40 set, selain itu pesanan teko tempat minuman sebanyak 12 set.
Menurut dia teko minuman satu set dengan lukisannya terlihat indah dan unik sehingga digemari konsumen. Fairus yang menamakan produksinya "Fairus Art" tersebut mengaku meski sejumlah pelaku usaha di tengah pendemi banyak yang terdampak, tetapi dia masih berproduksi dan banyak menerima pesanan.
"Saya memproduksi teko ukuran kecil dengan dijual Rp150.000 per set dan ukuran besar dijual Rp275.000 per set," katanya.
Fairus menjelaskan proses produksi teko tersebut harus pesan bahan bakunya, kemudian baru diproses dengan dicat dasar terlebih dahulu, setelah kering dilukis sesuai permintaan pelanggan.
Menurut dia, membuat teko tersebut dengan dibantu suaminya kemampuan produksi tergantung adanya sinar matahari. Jika ada panas sinar matahari bisa membuat sekitar 30 set teko.
Baca Juga: Sempat Turun Saat Lebaran, Pengguna KRL di DIY Membludak
"Produksi teko jika hanya dilukis bentuk bunga pengerjaannya bisa cepat dan produksi bisa lebih dari 30 set," katanya.
Dia menjelaskan selama pendemi Covid-19 omzet penjualan produksi lukisnya terhadap perabot rumah tangga rata-rata masih lumayan, yakni antara Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Namun, penghasilan sebelum pandemi bisa mencapai belasan juta rupiah.
Bahkan, Lampu badai produksi Fairus Art di Kelurahan Joyosudiran, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, sebelumnya juga sudah mengirim ke mancanegara seperti Jepang, Korea dan Australia.
Harga lampu badai yang kecil dijual sekitar Rp100 ribu per buah, sedangkan yang besar bisa mencapai Rp150 ribu per buah. Pesanan hingga ratusan buah ke mancanegara. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Dana Hibah Keraton Solo Masih Ditahan Wali Kota, DPRD: Masyarakat Berhak Audit!
-
Kebutuhan Keraton Solo Selama 1 Tahun Capai Rp20 Miliar, Kubu Purboyo Sebut Masih Sering Nombok
-
4 MPV Bekas Ini Tawarkan Kemewahan dan Kenyamanan Setara Mobil Baru, Harga Cuma Sepertiga!
-
Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 12 Halaman 185190 Bab 6 Kurikulum Merdeka
-
Kenang Ki Anom Suroto, Respati Ardi Branding Kota Solo dengan Karya Jingle 'Solo Berseri'