SuaraSurakarta.id - Wakil Ketua DPRD Solo dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Sugeng Riyanto menyebut Pasar Klewer menghadapi masalah serius dan terancam mati.
Hal itu dia ungkapkan usai menggelar inspeksi mendadak (sidak) bersama legislator FPKS, Abdul Ghofar Ismail, dan pengurus Himpunan Pedagang Pasar Klewer, Rabu (5/5/2021) lalu.
“Ada banyak persoalan saya tangkap. Salah satunya pengunjung yang semestinya masuk Klewer sudah diadang pedagang-pedagang di luar pasar. Tak ada langkah sistematis dari Pemkot. Kalau seperti ini Klewer tinggal menunggu ajal,” tegas Sugeng dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com, Jumat (7/5/2021).
Dia memaparkan, indikasi kondisi memperihatinkan dari Pasar Klewer terlihat di momen menjelang lebaran. Kondisi pasar tersebut sepi dan dagangan mereka tak banyak yang laku terjual.
Tragisnya lagi, sepinya pembeli di pasar pakaian dan kain terbesar di Jawa Tengah ini sudah terjadi beberapa bulan terakhir.
“Saya prihatin. Saya dari kantor menuju ke sini membayangkan akan menyaksikan yang istilahnya bagi petani itu panen raya. Momentum sepekan sebelum Lebaran, tapi saya masih bertemu ibu-ibu sembilan hari belum laku,” paparnya.
Pedagang lain, menurut Sugeng, bahkan ada yang dalam sepekan hanya laku satu barang. “Pedagang lain ada yang sepekan laku satu potong baju, sehari ada yang cuma dapat Rp200.000. Ini kan memprihatinkan, saya kira ini tak bisa dibiarkan,” urainya.
Sugeng menambahkan, problem lain yang terjadi adalah kegiatan penertiban pedagang di luar area pasar oleh Satpol PP Solo bersama instansi terkait belum efektif.
Masalah lain yang juga tidak bisa dipandang sebelah mata yakni tampias air ketika hujan di sisi utara dan selatan gedung.
Baca Juga: Anna Silvia, Wanita Asal Solo Wakili Indonesia di Miss Elite World 2021
“Para pedagang juga mengeluhkan sinyal Internet di dalam pasar yang ternyata lemah, sehingga mereka kesulitan kalau mau berjualan online. Semestinya Dinas Kominfo kan bisa tampil berperan di sini, membantu sinyal agar bisa dimanfaatkan,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Ini Jadwal Azan Magrib Waktu Buka Puasa di Surakarta Hari Ini 24 Feb 2026
-
7 Fakta Unik Program Tarawih Berhadiah di Masjid Al Huda Ngruki Sukoharjo
-
Terus Bergerak, Dittipideksus Bareskrim Sita Dokumen PT DSI Kasus Dugaan Fraud
-
Titip Pesan di Bulan Ramadan, Menag Nasaruddin Umar: Pentingatan Mengejar Lailatul Qadar
-
7 Cara Mengisi Buku Ramadhan dengan Benar, Panduan Lengkap untuk Siswa dan Orang Tua