Untuk pembuatannya selama bulan ramadhan itu mulai pukul 16.00 WIB dan selesai sekitar pukul 15.00 WIB. Hanya saja kompor masih tetap nyala biar saat dihidangkan dalam kondisi hangat, sebenarnya tidak hanya buat kopi saja juga teh, ini untuk menyediakan bagi warga yang tidak suka dengan kopi.
"Mulai persiapan meracik kopi habis sholat ashar sekitar pukul 16.00 WIB. Kita juga menyediakan teh, karena ada jamaah yang tidak suka dengan kopi," ungkap dia.
Untuk penyajiannya itu ada kopi, kurma tiga biji, dan air mineral serta nasi setelah sholat magrib. Namun, pada masa pandemi ini nasi kurma ditaruh di kresek, jadi tinggal membagikan kopi.
Dulu awalnya tradisi kopi merupakan sajian setelah sholat subuh dan belum dibuat takmir masjid. Dulu ada satu warung milik keturunan Arab tiap subuh ngasih kopi di sini, tambah banyak jamaah akhirnya masjid juga buat.
Baca Juga: Resmi Dapatkan Torres, Persis Solo: Sugeng Rawuh!
Lama-lama saat ramadhan juga menyajikan kopi tapi pas waktu buka puasa. "Tradisi kopi ini sudah lama, mulai kapan saya kurang tahu," sambungnya.
Buka dengan kopi banyak jamaah yang baru pertama buka di Masjid Jami' Assegaf kaget dan aneh. Karena dianggapnya tidak biasa dan tidak lazim, setelah mencicipi ternyata rasanya enaknya dan terasa hangat di badan saat diminum.
"Awalnya aneh, tapi saat mencoba rasanya enak. Biasanya kalau buka teh manis terus makan kurma, jadi ketagihan" imbuh salah satu jamaah, Wibowo.
Ia tahu ada buka dengan kopi dari temannya, akhir coba datang ke sini. Kopinya itu khas, karena pakai jahe dan aromanya juga harum.
"Saya tahu dari teman terus coba datang sendiri. Sering datang ke sini, kadang sendiri dan ngajak teman," pungkas dia.
Baca Juga: Assanur Rijal Gabung Klub Milik Anak Presiden, Persiraja Ikhlas
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
-
Ada 'Wisata Jokowi' di Solo yang Sempat Bikin Wamendagri Penasaran, Apa Itu?
-
Libur Lebaran di Solo: Rekomendasi Kolam Renang Keluarga yang Asyik
-
8 Rekomendasi Tempat Wisata di Solo, Kunjungi Bersama Keluarga saat Pulang Kampung
-
Anime Solo Leveling: Teori di Balik Sung Jin-Woo Mampu Mengerti Bahasa Monster
-
3 Rekomendasi Anime yang Cocok Ditonton Penggemar Solo Leveling
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Cek Pos Pam Ops Ketupat Candi, Kapolresta Solo Pastikan Pengamanan Arus Balik Lancar
-
Sambangi Lokasi Banjir di Sambirejo, Wali Kota Solo Siapan Berbagai Penanganan
-
Terendam Banjir, Underpass Simpang Joglo Solo Ditutup Total
-
Sempat Tak Percaya, Ini Momen Bima Arya Kaget Ada Wisata Jokowi di Solo
-
25 Kepala Daerah Ikuti Retret Gelombang Kedua, Ini Kata Wamendagri