SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendesak agar pembangunan pintu air Demangan Solo segera direalisasikan. Karena keberadaan pintu air tersebut sebagai upaya untuk pengendalian banjir di Kota Solo.
"Revitalisasi pintu air Demangan ini segera diselesaikan. Ini biar bisa dinikmati manfaatnya," ujar Gibran di Kota Solo, Minggu (4/4/2021).
Revitalisasi pintu air Demangan yang dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dipakai untuk pengendali banjir. Karena Kota Solo di wilayah Sangkrah, Sewu atau Semanggi sering banjir luapan dari Sungai Bengawan Solo atau Sungai Pepe yang berada di pintu air Demangan.
"Pintu air Demangan memang salah pengendali banjir di Kota Solo. Makanya harus segera diselesaikan pengerjaannya," ungkapnya.
Gibran juga memberikan masukan mengenai proyek yang sedang dikerjakan ini. Ia minta agar lampu penerangan bisa didesain dengan lampu klasik seperti yang ada Keraton Mangkunegaran.
"Nantinya pintu air Demangan juga bisa dipakai sebagai obyek wisata dan sarana olahraga dengan joging track," papar dia.
Sementara itu PPK dari BBWSBS, Yudi Triana Dewi mengatakan proyek pintu air Demangan ini merupakan tahap kedua. Di mana menyasar konstruksi pintu air, mekanikal elektrikal, rumah pompa, rumah jaga, rumah genset, revetment dan lansekap.
"Ini sudah proyek tahap dua dengan anggaran Rp71 miliar. Untuk pengerjaannya mulai 2 Oktober dan ditarget rampung 25 Desember 2021 nanti," terangnya.
Menurutnya, untuk proyek tahap pertama sudah selesai dengan menyelesaikan struktur fondasi beton untuk pintu air dan pompa. Anggaran untuk tahap pertama Rp41 miliar.
Baca Juga: Gibran Minta Persis Solo Buka Kesempatan Pemain Lokal Berbakat
Yudi menambahkan, pada proyek tahap kedua ini masih ada beberapa kendala yang harus diselesaikan. Di mana masih adanya 3 rumah di RW 13 Kelurahan Sangkrah yang sangat dekat dengan pintu air.
"Itu harus segera direlokasi agar saat pengerjaan bisa lancar dan sesuai target," imbuhnya.
Nantinya pompa yang akan dibangun berkapasitas mesin air 12,5 meter kubik/detik. Kapasitas tampungnya bertambah menjadi 30.000 meter kubik.
Ada tiga pintu dengan enam unit mesin pompa air. Pintu air tersebut didesain modern dengan dilengkapi sensor pengaturan ketinggian air otomatis.
Pemanfaatan pintu air untuk mengatur elevasi Kali Pepe yang bermuara ke Sungai Bengawan Solo. Total pompanya enam, namun salah satunya untuk cadangan. Sehingga kapasitas mesin pompanya 15 meter kubik/detik.
Kontributor: Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Panglima Jilah Undang Jokowi di Acara Adat Bahaupm Bide Bahana, Pertemuan Besar Suku Dayak
-
Mural HUT ke-81 di Sukoharjo, Angka 8 Bergambar Pria Gendut, Angka 1 Pria Kurus
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil
-
Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang