Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Minggu, 28 Maret 2021 | 08:10 WIB
Ilustrasi anak dan orangtuanya. Tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh situasi lingkungan. (Shutterstock)

Dia menuturkan, ada riset menarik yang menemukan hubungan antara berbuat baik dan reaksinya terhadap tubuh. Dalam riset tersebut, disebutkan rasa stres menurun ketika seseorang melakukan kebahagian. Anak yang sejak kecil diajari berbuat baik juga bisa merasakan kebahagiaan, katanya.

Tak perlu langkah besar untuk mengajari anak jadi orang yang baik. Gestur sederhana seperti tersenyum, menyapa dengan ramah, mengucapkan terima kasih dan maaf, bisa dilakukan orangtua selagi anak masih kecil. Ketika anak sudah mulai bisa bicara, orangtua bisa mengajak anak untuk merefleksikan apa yang sudah ia lakukan.

"Ajak diskusi, 'bagaimana tadi rasanya melihat temannya senyum (saat anak berbuat baik)? Anak akan menyadari bahwa apa yang dilakukan punya dampak, dan (kebaikan) bisa dia duplikasi nanti ke depannya," ujar dia.

Selebritas yang juga seorang ibu, Syahnaz Sadiqah termasuk salah satu sosok yang mengaku memiliki perhatian besar terhadap perkembangan sosial emosional anak.

Baca Juga: Balita Diberi Campuran Telur Mentah dan Susu, Ibu Ini Diprotes Warganet

"Sebagai orang tua, aku ingin sekali Zayn dan Zunaira bisa tumbuh menyeluruh, bukan cuma pintar, berani, tetapi juga punya kebaikan hati. Aku sadar aku perlu memberi contoh baik dan juga melibatkan mereka dalam kegiatan yang edukatif tetapi tetap menarik," tutur dia.

Saat ini, Indonesia masih menghadapi tantangan ekonomi dan ini sebenarnya bisa menjadi area anak untuk belajar berbuat kebaikan.

Data gabungan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017 menunjukkan 1 dari 4 anak-anak di Indonesia dengan anggota keluarga lebih dari 7 orang menghadapi tantangan ekonomi.

Secara lebih umum, di 2020 BPS juga melaporkan jumlah penduduk yang menghadapi tantangan ekonomi meningkat cukup signifikan di masa pandemi yaitu 10,19 persen dari total penduduk di Indonesia. Angka ini masih melampaui level yang diharapkan oleh pemerintah Indonesia yaitu di bawah 10 persen dari total penduduk.

Sebagai salah satu upaya membantu menghadapi tantangann ekonomi ini, VP Marketing SN Indonesia Sri Widowati mengajak orang tua dan anak-anak mereka terlibat dalam tujuan sosial misalnya anak-anak di panti asuhan. Hal ini agar lebih banyak anak Indonesia yang tercukupi kebutuhan nutrisinya dan bisa merayakan Idul Fitri dengan sehat dan ceria.

Baca Juga: 5 Potensi Prestasi Anak yang Bisa Diraih di Masa Tumbuh Kembangnya

Anda misalnya bisa memberi pesan semangat dalam bentuk foto yang nantinya akan pihak Bebelac kompilasi dan berikan bersama donasi kepada anak-anak yatim piatu.

Load More