SuaraSurakarta.id - Sejumlah lokasi di Desa Pucung, Kecamatan Eromoko, Wonogiri dterjang banjir dan tanah longsor, Rabu (3/3/2021).
Beberapa daerah yang dihantam bencana mulai Dusun Brengkut, Dusun Gundi, Dusun Pucung Kidul, Dusun Dunggudel, dan Dusun Soko usai hujan deras yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB.
Dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com, Camat Eromoko, Danang Erawanto, mengatakan, banjir terjadi di Dusun Brengkut dan Gundi. Banjir di daerah itu disebabkan karena saluran air atau luweng tidak bisa menampung jumlah air yang melebihi debit.
Ia mengatakan, di Dusun Brengkut RT 001/RW 009, Eromoko terdapat delapan rumah yang terendam banjir. Adapun jumlah jiwa yang menghuni delapan rumah itu sebanyak 34 orang.
"Akibat banjir itu, beberapa peralatan rumah tangga baik di dapur maupun sebagian peralatan di dalam rumah ikut terendam. Hasil panen berupa padi dan jagung serta pupuk tanaman ikut terendam juga. Ditaksir kerugian mencapai Rp31,4 juta," kata dia.
Sementara itu, kata Danang, di Dusun Gundi RT 001/RW 011, terdapat empat rumah yang terendam banjir. Adapun jumlah jiwa yang menghuni sembilan rumah itu sebanyak 10 orang.
"Hasil panen berupa jagung dan padi serta pupuk tanama ikut terendam. Kerugian diperkirakam mencapai Rp6 juta," ungkap dia.
Ia menuturkan, di Dusun Pucung Kidul RT 001/RW 004, talud jalan yang mengubungkan antar-dusun ambrol. Panjang talud yang ambrol sekitar 50 meter. Kerugian ditaksir mencapai Rp70 juta.
Di Dusun Soko, lanjut dia, beberapa lahan pertanian tanaman milik warga terendam banjir. Akibatnya beberapa petani gagal panen. Kerugian ditaksir sekitar Rp7,4 juta.
Baca Juga: Video Banjir Bandang di Bojonegoro, Sapi Terendam Nampak Kepala Doang
"Kalau di Dusun Dunggudel RT 002/RW 003, seluas empat hektare lahan pertanian terendam banjir. Kerugian belum bisa ditaksir. Kami masih memantau di lapangan," kata Danang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto mengatakan banjir yang terjadi di Desa Pucung, Eromoko disebabkan luweng yang tersumbat. Anggota BPBD bakal memantau dahulu kondisi air. Ia berharap air segera surut tanpa perlu dilakukan penyedotan atau pembuangan air.
"Kami lihat nanti, bisa dibuang tidak airnya. Jika bisa secara otomatis kami lakukan penyedotan. Karena tidak semua banjir akibat luweng yang tersumbat bisa disedot. Kalau letaknya sulit dan tidak bisa dibuang, harus menunggu hingga surut," kata Bambang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Mural HUT ke-81 di Sukoharjo, Angka 8 Bergambar Pria Gendut, Angka 1 Pria Kurus
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil
-
Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat