SuaraSurakarta.id - Terdakwa kasus pembunuhan sadis sekeluarga di Sukoharjo, Henry Taryatmo (41) telah divonis mati oleh majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri Sukoharjo, Senin (15/2/2021).
Henry dengan sadis menghabisi satu keluarga warga Desa Duwet, Kecamatan Baki, Sukoharjo, terdiri atas Suranto (4), istrinya Sri Handayani (36), dan dua putranya masing-masing Rafael (10), dan Dinar, (5).
Kasus pembunuhan itu memunculkan sejumlah fakta miris yang dilakukan terdakwa saat menghabisi secara keji satu keluarga tersebut. Terdakwa menjual mobil milik korban seusai aksi pembunuhan tidak hanya untuk membayar utang.
Dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com, terdakwa diketahui menggunakan uang hasil penjualan mobil itu untuk membayar wanita penghibur.
"Jadi terdakwa ini menjual mobil hasilnya untuk bayar utang dan bayar wanita penghibur. Nilainya Rp850.000 untuk bayar wanita penghibur di Fave Hotel dan Rp1.200.000 di Alila Hotel," kata kuasa hukum keluarga korban, Christiansen Aditya, kepada Solopos.com seusai sidang.
Terdakwa menghabisi para korban karena ingin menguasai harta mereka. Henry Taryatmo memiliki utang kepada orang lain senilai Rp60 juta. Ia juga telah menggadaikan dua unit mobil milik temannya serta dikejar perusahaan leasing.
Lantaran kepepet, Henry yang datang ke rumah Suranto pada dini hari pada bulan Agustus 2020 itu memiliki niatan untuk membunuh mereka. Pelaku menghabisi keempat korban sekaligus karena ingin menguasai hartanya.
Orang pertama yang jadi korban pembunuhan oleh terdakwa di Baki, Sukoharjo, adalah Sri Handayani. Kemudian Suranto dan kedua anaknya. Mereka ditusuk menggunakan pisau berkali-kali.
"Setelah itu pelaku membawa kabur motor dan mobil korban. Motornya belum sempat dijual dan masih dititipkan di tempat penitipan di Kartasura," katanya.
Baca Juga: Anak Kubur Ibunya Saat Pingsan di Malang Mengaku Dibisiki Makhluk Halus
Sementara untuk mobil Toyota Avanza warna putih milik Suranto telah dijual oleh Henry kepada seseorang di wilayah Kartasura. Mobil Avanza tahun 2019 itu terjual dengan harga Rp82 juta lengkap BPKB dan KTP milik korban.
Dari hasil penjualan mobil milik korban itu, Rp60 juta digunakan terdakwa pembunuhan Baki itu untuk membayar utang. Sedangkan sisanya untuk membayar wanita penghibur.
"Kami sangat puas dengan vonis majelis hakim yang menjatuhkan vonis mati kepada terdakwa. Karena biadab membunuh korban dan juga terungkap jika uang hasil kejahatannya digunakan untuk bayar wanita penghibur," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar
-
Termasuk di Wonogiri, Bayer Panen Raya di 4 Daerah, Produktivitas Jagung Didorong Naik
-
Jokowi Tetap Yakin PSI Tembus Senayan 2029 Meski Ambang Batas Bisa Naik
-
Jokowi Buka-bukaan soal Riwayat Sekolah Gibran di Singapura: Masak Disuruh Ikut Paket C Lagi!
-
Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak