SuaraSurakarta.id - Dua warga asal Kabupaten Sragen dikabarkan menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Aie rute Jakarta-Pontianak, Sabtu (9/1/2021).
Keduanya diketahui kakak-beradik bernama Suyanto (40) warga Dukuh Gunung Banyak RT 18, Katelan, Tangen dan adiknya, Riyanto (32) yang tinggal di Dukuh Tengaran RT 17, Desa Katelan, Tangen.
Kejadian itu membawa duka mendalam bagi keluarga mereka. Dilansir dari Solopos.com jaringan Suara.com, Ernawati (22) istri dari Riyanto tak bisa membendung air mata.
Ibu dari Afidin Naya yang baru berusia 1 tahun itu sebetulnya sudah sempat melarang suaminya bepergian jauh ke luar kota.
"Pada Tahun Baru lalu dia sudah berniat pergi, namun saya larang. Lalu dia minta izin sehari pergi ke Pontianak. Kamis malam dia berangkat, Minggu-nya [10/1/2021], sudah balik lagi. Karena cuma sehari, saya mengizinkan," ujar Erna saat ditemui Solopos.com di rumahnya di Dukuh Tengaran, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen, Minggu pagi.
Meski diizinkan berangkat ke Pontianak untuk demi pekerjaan proyek pemasangan rolling door, Naya yang masih berusia setahun seakan tidak merelakan ayahnya pergi jauh.
Sejak ia bangun tidur, orang pertama yang dicari anak balita itu adalah ayahnya. Bahkan, saat sang ayah pergi keluar kamar, Naya berlari mengejarnya.
Untuk berangkat ke Jakarta sebelum bertolak ke Pontianak, Riyanto harus menunggu Naya tertidur dulu pada Kamis malam. Hingga ia terbangun di pagi harinya, bocah balita itu terus mencari keberadaan sang ayah.
"Kemarin pukul 13.00 WIB anak saya minta telepon ayahnya. Saat ditelepon, dia minta gendong ayahnya. Dia tidak berpesan apa-apa, cuma minta kalau anaknya kangen ayahnya suruh dipakaikan bajunya yang ditinggal di rumah," papar Erna.
Baca Juga: Co-Pilot Sriwijaya SJ 182 Diego Mamahit Hilang Bertugas, Ini Kata Keluarga
Pada pukul 15.00 WIB, Naya kembali merengek minta diteleponkan dengan sang ayah. Namun, pada saat itu, Erna tidak bisa menghubungi suaminya.
"Pukul 15.00 WIB saya WA sudah tidak aktif. Cuma centang satu [pesannya]. Saya telepon sudah tidak aktif nomornya," kata Erna.
Dari daftar manifes pesawat yang dirilis pihak maskapai, nama Suyanto dan Riyanto ada di urutan teratas. Keduanya duduk bersebelahan di seat atau tempat duduk 6 C dan 6 D.
Sekretaris Desa Katelan, Tangen, Sragen, Paidi, kepada Solopos.com, Sabtu malam. Paidi mengatakan dua nama tersebut sudah dikroscek pihak keluarga ke bandara di Jakarta. Dua nama itu, ujar dia, benar-benar warga Katelan, Tangen, karena tiketnya sempat menjadi status dalam Whatsapp.
"Sebelum berangkat Riyanto sempat menghubungi istrinya pada pukul 13.30 WIB. Kemudian pada sore harinya mendengar ada pesawat [Sriwijaya Air] hilang kontak yang diduga kecelakaan," kata Paidi.
"Keluarga dari Katelan berangkat ke Jakarta, yakni kedua orang tuanya, dan dua orang anak lainnya bersama satu sopir," ujar Paidi yang tinggal bersebelahan dengan rumah Riyanto.
Berita Terkait
-
Terang yang Dinanti Tiba di Desa Ngruwet, Ini Kisah Bahagia Karmini Rasakan Kemerdekaan Energi
-
Wamendagri Ribka Haluk Kawal Langsung Penerbangan Perdana Maskapai Sriwijaya Air ke Wamena
-
Profil Hendry Lie: Kekayaan, Bisnis dan Kasus Hingga Jadi Tersangka Korupsi Timah
-
Skandal Timah! Bos Sriwijaya Air Hendry Lie Dibekuk Kejagung, Berawal dari Singapura
-
Berapa Kekayaan Hendry Lie? Aset Vila Bernilai Puluhan Miliar Disita Kejagung
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!
-
Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi