SuaraSurakarta.id - Seorang wanita tanpa identitas tewas mengenaskan setelah tertabtak kereta api Prameks di Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo, Rabu (6/1/2021) sekitar pukul 19.00 WIB
Salah satu relawan SAR Rajawali Merah Putih, Luthfi Ahmad Rifai menyebut tak banyak saksi mata dalam kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Prameks Nomor 375 rute Solo Balapan-Yogyakarta.
"Jadi tahu-tahu ada warga yang berteriak ada orang tertabrak kereta. Hanya saja korban berjalan dari utara atau selatan belum diketahui," ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan warga sekitar, Warti, tidak mengetahui pasti kronologi kecelakaan tersebut. Selain gelap, lanjut dia, kondisi di sekitar lokasi diguyur hujan gerimis.
Menurutnya, dia bersama anggota keluarga biasanya duduk santai di depan rumah.
"Biasanya saya dan anak-anak di depan. Ini karena hujan ya di dalam. Tahunya sudah ada petugas yang di lokasi," paparnya.
Sementara itu, anggota Patroli Polsek Laweyan, Aiptu Supriyanto menyampaikan, info dari relawan, korban terseret sekira 10 meter dari lokasi dia tertabrak.
"Di lokasi kejadian, anggota tidak menemukan identitas dari korban," ucapnya di lokasi kejadian, Rabu (6/1/2021) malam.
Dia menuturkan, ketika pihaknya datang posisi korban masih tertutup terpal dan pisang dan sementara menunggu Inavis Polresta Solo.
Baca Juga: Besok, Jakarta Kedatangan Orang-orang dari Jawa Pengguna Kereta Api
"Sekilas yang saya tahu, korban perempuan. Umur sekira 45 tahun dan tinggi kira-kira 130 cm," kata Supriyanto mewakili Kapolsek Laweyan Kompol Ismanto Yuwono.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Ini Kondisi Museum Keraton Surakarta Usai Dibuka, Belum Semua Tersentuh Revitalisasi
-
Ikuti Owner Meeting di Jakarta, Maestro Solo Semakin Antusias Debut di PFL 2!
-
Gagal Kabur, Ini Momen Terduga Pelaku Pencurian Helm Diamankan Warga dan Tim Sparta
-
Cegah Sweeping Ormas Saat Ramadan, Polresta Solo Tingkatkan Patroli dan Pengawasan THM
-
Mandom Indonesia Perkokoh Kemitraan dengan Awak Media di Jantung Kota Solo