SuaraSurakarta.id - Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo mulai dikerjakan. Salah satu poin utama dalam proyek itu adalah soal pembebasan lahan.
Pembebasan lahan memang jadi titik krusial pembangunan tol yang terdiri atas tiga seksi trase tersebut. Polemik akan berkaitan dengan pembebasan lahan selalu muncul.
Seperti yang terjadi di Desa Tambakan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten. Dilansir dari Solopos.com jaringan Suara.com, lapangan sepak bola di kebayanan III bakal tergusur karena proyek Tol Solo-Jogja.
Warga meminta pemerintah desa mencari lahan pengganti lapangan yang tergusur agar mereka masih bisa bermain sepak bola.
Salah satu tokoh warga Tambakan, Muryanto (48) menjelaskan lapangan itu selama ini menjadi fasilitas umum yang sangat disukai warga karena sering digunakan untuk berolahraga.
Lapangan sepak bola itu menjadi aset berharga desa. Belum lagi lapangan itu selama ini dimanfaatkan sebagai pusat berlatih sepak bola bagi warga di kebayanan III dan sekitarnya.
"Di kebayanan III Desa Tambakan ini ada lahan yang terdampak tol Solo-Jogja. Di antaranya, ada lapangan sepak bola dan gedung serbaguna. Kami berharap, lahan pengganti untuk lapangan dan gedung serba guna itu tetap berada di kebayanan III. Itu sudah menjadi harga mati. Jangan di kebayanan lainnya," kata Muryanto, kepada wartawan di Tambakan, Kecamatan Jogonalan.
Salah satu klub sepak bola lokal yang memanfaatkan lapangan itu adalah Persatuan Sepak Bola Kiran Tambakan (Persenka). Selain itu ada pula siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) Bima Persenka yang juga berlatih di lapangan tersebut.
Sering juga para pelajar di SMPN 2 Jogonalan menggunakan lapangan sepak bola itu jadi tempat olahraga.
Baca Juga: Sedikit Bicara Jadi Kunci Arteta Akhiri Kutukan Arsenal di Old Trafford
"Kami telah merawat dan mengelola lapangan itu secara mandiri dan mem bangun fondasi mengelilingi lapangan. Kami tak menolak pembangunan jalan tol Solo-Jogja. Hanya berharap lokasi pengganti lapangan sepak bola dan gedung serbaguna tetap di wilayah kami (di kebayanan III). Itu saja permintaan kami," katanya.
Salah satu warga setempat yang kebetulan bertemu dengan Suara.com, Joko Mulyono menyebut lapangan tersebut bak markas Manchester United, Old Trafford.
"Ya mesti di desa, tapi bagi kami itu sudah seperti Old Trafford. Apalagi juga jadi tempat latihan anak-anak SSB," ungkap Joko Mulyono.
Muryanto mengaku sudah berkirim surat ke Pemdes Tambakan terkait aspirasi dari warga di kebayanan Warga III.
"Permintaan agar lapangan sepak bola dan gedung serba guna tetap di kebayanan III ini merupakan aspirasi warga [di kebayanan III]. Di daerah kami juga sudah ada lokasi penggantinya. Kami berharap pemdes segera menetapkan lokasi pengganti lapangan sepak bola di lahan kas desa di selatan Dukuh Mandungan [di kebayanan III]," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Tambakan, Eko Andriyanto, sudah mendengar aspirasi dari warga di kebayanan III. Ia akan membawa persoalan itu ke musyawarah desa khusus (musdesus).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jokowi akan Hadir di Sidang Tahunan MPR RI dan Upacara HUT RI ke-81, Sudah Siapkan Baju Adat
-
Jokowi Tantang dr Tifa, Kalau Yakin 100 Persen Ijazahnya Palsu: Buktikan di Persidangan!
-
Perkuat Ekonomi Desa, BRI Peduli Dampingi UMKM melalui Program Desa Brilian
-
Jokowi Restui Kaesang Maju Pileg 2029 di Dapil V Jateng, Sudah Dihitung dan Kalkulasi Resikonya
-
Akademisi: Bupati Hamenang Tunjukkan Komitmen Bela Nasabah BKK Klaten