- Lebih dari 15 karyawati PT Megatama Makmur Indonesia Kota Solo mengalami kesurupan massal pada Selasa pagi.
- Warga sekitar dan pengurus RT setempat datang membantu menenangkan para korban hingga situasi pabrik kembali kondusif.
- Perusahaan memberikan izin pulang tanpa sanksi bagi karyawan yang merasa tidak sehat akibat kejadian tersebut.
SuaraSurakarta.id - Balasan karyawan pabrik tas wanita PT Megatama Makmur Indonesia Kota Solo mengalami kesurupan massal, Selasa (3/11/2026).
Informasi yang diterima, kesurupan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Mereka mengalami kesurupan secara bergantian, mereka teriak-teriak histeris.
Awalnya hanya beberapa karyawan saja, tapi kemudian menular ke karyawan lainnya.
"Jadi pagi tadi tiba-tiba ada teriak-teriak, kemudian ya seperti orang kesurupan. Kemudian berlanjut-lanjut, kok menular sepertinya begitu," terang Manager Produksi PT Megatama Makmur Indonesia, Anas Rozaki, Selasa (3/11/2026).
Baca Juga:Masuk Blacklist Politisi Edisi Bupati/Wali Kota, Ini Respon Santai Respati Ardi
Anas mengatakan saat kejadian banyak warga di sekitar pabrik itu pada datang. Mereka ikut membantu dan menenangkan karyawati yang kesurupan.
"Dengan dibantu warga-warga sekitar pada datang, seperti Pak RT, ada pengurus sini yang membantu menyelesaikan ini semua. Alhamdulillah, sudah kondusif dan karyawan semua sudah kembali bekerja normal tidak ada apa-apa" ungkapnya.
Anas berharap besok sudah bisa kembali normal lagi, mudah-mudahan tidak terjadi lagi.
"Harapan saya, besok bisa kembali normal lagi. Mudah-mudahan gangguan-gangguan yang entah itu ghaib, saya nggak tahu ya tapi ya itu terjadi," ujar dia.
Anas menyebut tadi ada sekitar 15 karyawan lebih yang mengalami kesurupan. Tapi sudah bisa dikendalikan, sudah tidak ada masalah lagi.
Baca Juga:Hattrick Yoga Bawa Futsal Solo Singkirkan Kendal 4-1, Tiket Final Porprov Jateng 2026 Dikunci
"Mungkin sekitar 15 karyawan lebih ya, tapi alhamdulillah semua aman paling tinggal satu atau dua karyawan. Tapi sudah ditangani sama warga sekitar. Kejadiannya itu sekitar jam 8.30 WIB," ungkapnya.
"Semua perempuan. Jadi itu menjalar," lanjut dia.
Adanya kejadian ini, karyawan yang merasa tidak kuat bisa pulang. Pihaknya tidak akan memberikan saksi bagi karyawan yang pulang.
"Kami tetap beraktivitas seperti biasa, yang memang tidak kuat atau misalnya merasa tidak sehat. Silahkan karyawan tersebut bisa menentukan sendiri, kami tidak akan memberikan punishment ya bagi karyawan yang pengin pulang, apa dan sebagainya, silahkan," jelasnya.
"Kami beri keleluasaan. Tapi sebagian besar bekerja seperti biasa. Kami tetap lanjut, kami tetap kuat seperti biasa," sambung dia.
Anas menambahkan ini merupakan kejadian pertama, sebelumnya belum pernah terjadi.