- Puluhan warga Kampung Jatirejo mengungsi ke Kantor Kelurahan Mojosongo akibat kebakaran TPA Putri Cempo pada 3 September 2026.
- Sebanyak 73 warga yang terdiri dari lansia hingga balita mengalami gangguan kesehatan seperti sesak napas dan pusing.
- Pihak kelurahan menyediakan tempat pengungsian, dapur umum, serta bantuan medis termasuk tabung oksigen bagi para korban.
SuaraSurakarta.id - Puluhan warga di dua RT di Kampung Jatirejo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo mulai mengungsi usai terdampak kebakaran TPA Putri Cempo.
Ada sekitar 73-an warga di RT 02 dan 03 RW 39 yang mengungsi karena rumahnya beberapa meter dari TPA Putri Cempo. Mereka terdiri dari orang dewasa, tua, anak-anak hingga balita.
Mereka mengungsi di pendopo Kantor Kelurahan Mojosongo. Dari warga yang mengungsi kondisi sesak nafas, mual hingga pusing. Bahkan ada yang sampai diberi tabung pernapasan.
"Ini ngungsi, rumah saya itu dekat sama TPA Putri Cempo. Asapnya itu banyak," ujar salah satu warga, Suparni (67) saat ditemui, (3/9/2026).
Baca Juga:Kisah Warga Jatirejo Solo: Bertahun-tahun Hidup Berdampingan dengan Bau Menyengat TPA Putri Cempo
Menurutnya tadi tiba di sini langsung pakai tabung oksigen, karena sesak. Dari semalam sudah merasakan sesak dan agak pusing.
"Jadi sempat di oksigen tiba di sini. Kalau merasakan sesak sudah dari semalam, terus pusing juga," katanya.
Diakuinya tadi sempat lama pakai tabung oksigen. Pas agak baikan bilang sama petugas dan dilepas," terang dia.
Untuk sementara di sini dulu sambil melihat kondisinya seperti apa. Harapannya bisa lekas membaik dan pulang ke rumah.
"Karena rumahnya dekat jadi lihat dulu kondisinya. Sementara di sini dulu kalau di sana belum tertangani, apalagi punya balita," sambungnya.
Baca Juga:Jeritan Hati Pemulung Solo, 30 Tahun Mengais Rezeki, Kini Terancam Terusir
Sementara itu Lurah Mojosongo, Katarina Kartika mengatakan ada 73 warga yang mengungsi di sini. Tapi ada tiga warga sudah pindah ke rumah saudaranya.
"Ini dari Kampung Jatirejo semua, di dua RT, RT 02 dan 03. Jarak rumahnya memang dekat sekitar 100 meter tidak ada," jelas dia.
Menurutnya mereka mengungsi karena asapnya itu cukup tebal dan menganggu kesehatan. Ada sebagian warga yang sesak nafas sehingga pakai oksigen tapi sudan membaik.
"Kita antisipasi saja karena banyak anak-anak dan lansia. Sehingga harus segera mengevaluasi mereka ke tempat yang lebih aman. Kita sediakan peralatan kesehatan termasuk tabung oksigen," paparnya.
"Untuk logistik tidak ada masalah, karena sudah ada dapur umum," lanjut dia.
Katarina menambahkan memang ada di wilayah lain yang terdampak tapi belum mau mengungsi. Edukasi terus dilakukan mengingat kondisi kebakaran masih terjadi.