- Pemasangan kawat berduri di area Sasana Nalendra Keraton Surakarta memicu ketegangan jelang upacara adat kirab malam satu suro.
- Ketua Lembaga Dewan Adat, Gusti Moeng, mengaku tidak mengetahui pemasangan pagar kawat tersebut yang membatasi akses menuju keputren.
- Juru bicara kubu PB XIV menyatakan kawat berduri dipasang untuk meningkatkan pengamanan area tempat tinggal raja dan permaisuri.
"Karena kita juga melihat di wilayah situ juga sering ada lalu lalang. Maka itu keamananan," ucapnya.
Ketika disinggung ada peningkatan ancaman atau tindakan potensi membahayakan, Singonagoro menyebut tidak dan itu biasa saja.
"Nggak, biasa saja. Jangankan kok di Nalendra sini, saya lihat dibeberapa rumah dinas bupati, wali kota, kapolres itu juga ada kok hal-hal semacam itu, itu nggak masalah juga," papar dia.
"Yang perlu dipertanyakan itu mungkin, contoh kayak dulu keraton di seng sama Gusti Moeng. Lah itu baru bisa dipertanyakan heboh, kalau cuma kawat berduri dan itu ditempatkannya di atas pagar dan itu tidak masalah," tandasnya.
Baca Juga:Grebeg Besar Keraton Solo 2026 Digelar Dua Kali, Konflik Internal Kembali Memanas
Kontributor : Ari Welianto