Duh! PB XIV Hangabehi dan PB XIV Purboyo Gelar Kirab Pusaka 1 Suro di Hari yang Sama

Dua kubu Keraton Surakarta berencana menggelar kirab pusaka 1 Suro pada Selasa (16/6/2026). Potensi pelaksanaan kirab ganda ini memicu kekhawatiran terkait kerukunan

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 04 Juni 2026 | 17:10 WIB
Duh! PB XIV Hangabehi dan PB XIV Purboyo Gelar Kirab Pusaka 1 Suro di Hari yang Sama
Kubu PB XIV Purboyo saat menggelar rapat persiapan kirab pusaka malam 1 suro. (Suara.com/Ari Welianto)
Baca 10 detik
  • Kubu PB XIV Hangabehi dan PB XIV Purboyo berencana menggelar kirab pusaka 1 Suro pada Selasa, 16 Juni 2026.
  • Potensi penyelenggaraan kirab oleh dua kubu secara bersamaan memunculkan kekhawatiran terkait dinamika internal Keraton Kasunanan Surakarta.
  • Kementerian Kebudayaan mendorong pelaksanaan kirab tetap dilakukan karena merupakan warisan budaya penting bagi pariwisata dan kekuatan spiritual.

"Harapan beliau kan rukun, rukun dan kompak gitu lo. Kalau kemarin Grebeg Besar itu oke lah digelar dua tanggal, tapi kalau malam 1 suro nggak bisa dua tanggal. Artinya akan bertemu kan kalau masih ada kepentingan personal atau kelompok bertemu di satu tanggal, bertemu di satu malam, bertemu di satu tempat, itukan dinamikanya cukup mengkhawatirkan ya," papar dia.

Pakoenegoro mengaku sudah ada komunikasi dengan kubu PB XIV Purboyo mengenai rencana kirab pusaka 1 suro

"Sudah, selalu kami komunikasikan termasuk Gusti Tedjowulan juga akan melibatkan gusti-gusti sepuh, putra dan putri dalem PB XII. Karena beliau-beliau ini yang lebih memahami tentang keberadaan dan pusaka-pusaka, kan tidak bisa sembarang orang harus putra putri dalem yang sudah disumpah," jelasnya.

Pakoenegoro menyatakan kalau semua pihak diundang saat rapat dengan kementerian kebudayaan pekan kemarin. 

Baca Juga:Viral PB XIV Purboyo Pakai Jarik Motif Parang Terbalik di Acara Halabihalal

Dalam rapat tersebut membahas soal revitalisasi keraton tahap berikutnya, lalu kirab pusaka malam 1 suro. Harapan kemenbud kirab pusaka 1 suro itu diadakan walaupun dinamika keraton masih bergejolak seperti ini.

"Karena kirab pusaka malam 1 suro itu sudah merupakan Warisan Budaya Tak Benda. Itu yang tidak hanya menjadi potensi pariwisata tapi juga menjadi kekuatan spiritual dari keraton, sehingga perlu tetap dilaksanakan," tandas dia.

Pakoenegoro menambahkan yang paling penting dalam kirab malam 1 suro itu adalah pusakanya. Pusaka yang akan dikirab itu Pusaka-Pusaka Kagungan dalem yang golongan atau kategori Kangjeng Kyai Ageng atau Pusaka-Pusaka Pokok atau Utama yang sangat penting bagi keberlangsungan Tanah Jawa dan masyarakatnya. 

Kontributor : Ari Welianto

Baca Juga:Duh! Atap di Pintu Gapit Kulon Keraton Solo Ambrol, Ditemukan Ada Tembok yang Retak

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak