7 Fakta Kematian Santri Ponpes Bulukerto Wonogiri, Bermula dari Ejekan hingga Berujung Maut

Santri 11 tahun meninggal usai berkelahi & diejek temannya. Pelaku (11) dijerat setelah ekshumasi ungkap ada kekerasan fisik.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 19 Februari 2026 | 09:49 WIB
7 Fakta Kematian Santri Ponpes Bulukerto Wonogiri, Bermula dari Ejekan hingga Berujung Maut
Pemakaman seorang santri di pondok pesantren Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Polres Wonogiri menetapkan seorang anak berinisial R (11), teman sekelas korban DRP (11), sebagai pelaku utama kematian santri tersebut.
  • Insiden tragis terjadi pada 14 Februari 2026 di kelas akibat pertengkaran saling ejek yang meningkat menjadi kekerasan fisik.
  • Korban meninggal setelah dijegal, kepalanya membentur lantai, lalu ditindih, dan ditemukan kejanggalan darah sebelum diotopsi.

Peristiwa tersebut terjadi di dalam kelas dan disaksikan oleh beberapa siswa lain yang berada di lokasi.

Situasi yang awalnya hanya berupa pertengkaran verbal berubah menjadi insiden kekerasan fisik.

Benturan keras yang dialami korban menjadi awal dari kondisi medis yang kemudian berujung kematian.

4. Pelaku Menindih dan Mendorong Leher Korban

Baca Juga:Wonogiri Heboh Kasus Pembunuhan Lagi, Kini Wanita Paruh Baya Diduga Dihabisi Anak Kandung

Setelah korban terjatuh dan berada dalam posisi terduduk, pelaku tidak berhenti. Pelaku kemudian menindih tubuh korban dan memegang leher korban.

Pelaku juga mendorong korban dalam posisi yang berpotensi membahayakan.

Beberapa siswa yang menyaksikan kejadian tersebut sempat berusaha melerai pertengkaran. Namun tindakan kekerasan telah terjadi dan menyebabkan dampak serius pada korban.

"Kekerasan itu mengakibatkan luka yang cukup fatal," jelas Kasatreskrim.

Polisi menyatakan bahwa tindakan tersebut diduga kuat menjadi penyebab utama kematian korban.

Baca Juga:Pemprov Jateng Kebut Perbaikan Jalan Wuryantoro-Eromoko Wonogiri

5. Korban Mengeluh Pusing dan Muntah Sebelum Meninggal Dunia

Setelah kejadian, korban mulai menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan. Korban mengeluh pusing dan muntah sebanyak tiga kali.

Pihak pondok pesantren kemudian membawa korban ke klinik untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun kondisi korban terus memburuk. Korban kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sayangnya, korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

"Meninggal dalam perjalanan, sampai rumah sakit sudah meninggal dunia," terang IPTU Agung Sedewo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini