Sejarah Lampion Pasar Gede, Tradisi Imlek dan Wisata Tahunan di Kota Solo

Banyak tradisi Imlek yang di Indonesia salah satunya di Kota Solo yakni tentang Lampion Pasar Gede yang sudah ada sejak turun temurun.

Ronald Seger Prabowo
Kamis, 25 Januari 2024 | 09:32 WIB
Sejarah Lampion Pasar Gede, Tradisi Imlek dan Wisata Tahunan di Kota Solo
Ribuan lampion menyala di kawasan Pasar Gede Solo dalam perayaan Imlek. [ANTARA]

Pada awalnya, lampion-lampion yang dipasang di kawasan Pasar Gede Solo masih sederhana. Namun, seiring berjalannya waktu, desain lampion semakin beragam dan menarik. Lampion-lampion tersebut dibuat dengan berbagai bahan, seperti kertas, plastik, dan mika.

Kegiatan ini pun sebenarnya sempat terkendala ketika pandemi Covid-19, tetapi kembali ramai usai pandemi mereda. Bahkan pada Imlek 2023 kemarin sekitar 5.000 lampion dinyalakan serentak di Pasar Gede Solo. 

Lampion Pasar Gede Solo tidak hanya menjadi daya tarik wisatawan, tetapi juga menjadi simbol toleransi dan kerukunan umat beragama di Kota Solo.

Pemasangan lampion ini menjadi bukti bahwa masyarakat Kota Solo menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan keberagaman.

Baca Juga:Mudah Dibuat, Ini Dia Resep Spring Rolls Hidangan Khas Perayaan Imlek

Terdapat beberapa jenis lampion yang dipasang seperti lampion berbentuk naga, bunga, angka dan lain sebagainya. Kehadiran lampion ini pastinya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. 

Pemasangan lampion di kawasan Pasar Gede Solo biasanya dimulai pada awal bulan Januari dan berlangsung hingga akhir bulan Februari. Lampion-lampion ini akan menyala setiap malam hingga perayaan Tahun Baru Imlek berakhir.

Kontributor : Dinar Oktarini

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak