Nyeri pada Paha Jadi Salah Satu Gejala Peradangan Prostat, Ini Penyebabnya

Rasa nyeri pada bagian dalam paha terkadang dirasakan hingga anus menjadi sebagian dari gejala peradangan prostat

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 20 Desember 2023 | 07:03 WIB
Nyeri pada Paha Jadi Salah Satu Gejala Peradangan Prostat, Ini Penyebabnya
Ilustrasi sakit pada kaki. Rasa nyeri pada bagian dalam paha terkadang dirasakan hingga anus menjadi sebagian dari gejala peradangan prostat (Pexels)

SuaraSurakarta.id - Rasa nyeri pada bagian dalam paha yang tak bisa ditunjuk secara langsung lokasinya oleh pasien namun terkadang dirasakan hingga anus menjadi sebagian dari gejala peradangan prostat atau prostatitis.

Hal itu diungkapkan oleh dokter spesialis urologi di RS Pondok Indah - Pondok Indah dr Hilman Hadiansyah, Sp.U.

"Khas sekali biasanya pasien datang tidak mendeksripsikan atau secara langsung menunjuk di mana lokasi nyerinya. Dia hanya bilang enggak nyaman saja kadang sampai ke anus," ujar dia dikutip dari ANTARA pada Selasa (20/12/2023).

Prostat merupakan kelenjar yang terletak di bawah kandung kemih. Peradangan pada kelenjar ini paling sering disebabkan bakteri dan bisa berlangsung kurang dari tiga bulan atau akut dan lebih dari tiga bulan atau kronik.

Baca Juga:Empat Bulan Beroperasi, Studio Rekaman Lokananta Hasilkan Rp825 juta

Berbicara lebih lanjut mengenai gejala, nyeri di daerah selangkangan, mulut zakar dan sensasi seperti terbakar di ujung kepala Mr. P saat buang air kecil termasuk di antaranya.

"Juga pasien ada demam, artinya perlu dirawat," kata Hilman.

Selain itu ada keluhan LUTS atau Lower Urinary Tract Symptom yakni gejala saluran kemih bagian bawah seperti sering buang air kecil, pancaran urine lemah sehingga butuh sedikit mengejan, terkadang ada darah pada sperma, ada darah di urine dan sensasi rasa terbakar.

Gejala LUTS yang juga bisa jadi gejala peradangan prostat yakni nyeri saat buang air kecil, sulit menahan buang air kecil serta disfungsi ereksi karena ada keluhan di area pelvis sehingga ereksinya terganggu.

Prostatitis dapat terjadi pada setiap usia tetapi lebih sering pada usia di bawah 50 tahun dan sebanyak 8,2 persen laki-laki akan mengalami kondisi ini selama hidupnya.

Baca Juga:Mencegah Anak Terpapar Mycoplasma Pneumonia, Dokter Sarankan Dua Cara Ini

"Penyebab paling sering itu infeksi bakteri. Misalnya sering menahan buang air kecil, ini sering terjadi pada pasien yang di perjalanan jauh kena macet, abis itu buang air kecil kok perih. Kemudian misalnya trauma pada area pelvis atau selangkangan," kata dia.

Selain infeksi bakteri, trauma dan penyebab peradangan prostat bisa juga tak bisa diketahui. Lelaki dengan daya tahan tubuh turun atau pasien diabetes yang daya tahan tubuhnya tidak sekuat orang sehat termasuk kelompok yang berisiko terkena prostatitis.

Mereka yang memiliki riwayat prostatitis, infeksi kandung kemih berulang dan usai menjalani biopsi prostat namun tidak bersih sehingga ada transmisi kuman juga berisiko terkena peradangan prostat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak