"Di sinilah peran dan kontribusi organisasi sukarelawan, organisasi pemuda seperti KOKAM Muhammadiyah sangat diperlukan," sambungnya.
Presiden Jokowi minta agar masyarakat tidak boleh terbelah karena pemilu, kedamaian juga tidak boleh goyang. Lompatan bangsa ini menuju kemajuan tidak boleh terhalang karena rebutan kekuasaan.
"Dalam demokrasi perbedaan pilihan itu wajar, beda pilihan itu wajar, menag dan kalah itu juga wajar. Adu argumentasi itu juga wajar, yang penting dan paling utama persatuan, kesatuan kita harus tetap kita jaga," papar dia.
Jokowi mengingatkan jangan sampai setiap pemilu datang dan berganti pemimpin maka berganti visi dalam memimpin. Saat ganti pemimpin jangan sampai berganti visi dan orientasi.
Baca Juga:Anies Baswedan Sebut Sangat Mudah Untuk Pulangkan Turis Nakal di Bali
"Jangan sampai saat ganti pemimpin, ganti visi, ganti orientasi. Sehingga kita harus mulai semuanya dari awal lagi," ucapnya.
"Sudah SD, sudah SMP, sudah SMA ganti pemimpin ganti visi lagi sehingga mulai lagi dari SD, SMP, SMA, Universitas ganti pemimpin balik lagi kita harus mulai dari SD lagi. Kapan kita S1 S2 S3 dan seterusnya," tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto