"Proses pembuatannya juga tidak memakai alat tapi manual dengan tangan, termasuk nguleni atau membuat adonan. Prosesnya kita buat semalaman," ungkap dia.
Untuk rasa apem Mangkunegaran, lanjut dia, punya ciri khas tersendiri jika dibandingkan yang lain. Karena punya cara khusus dalam meracik bumbu saat membuat apem.
Saat memasak juga tidak sembarangan dan membutuhkan kesabaran. Karena harus menggunakan bara api kecil untuk menghasilkan apem yang matang sempurna sampai dalam.
"Ada bumbu khusus yang dibuat juru masak Pura Mangkunegaran," sambungnya.
Baca Juga:Sejarah Colomadu, Daerah Lokasi Bakal Rumah dari Negara untuk Jokowi

Makna dan Filosofinya
Ada makna dan filosofi dari kuliner-kuliner khas Pura Mangkunegaran ini.
Nama kue apem dipercaya berasal dari bahasa Arab yaitu kata afwan, yang artinya memohon ampunan atau dari kata afuan, yang artinya meminta maaf.
Maka apem dimaknai, harapan agar kita selalu bisa memberi maaf atau memaafkan kesalahan-kesalahan orang lain. Bisa juga dimaknai sebagai pertobatan manusia yang memohon ampun.
Untuk kolak, dari kata khalik yaitu Sang Pencipta. Kolak itu isinya pisang kepok dan labu atau waloh. Orang Jawa sering mengatakan ben kapok biar agar seseorang bertobat.
Selanjutnya ketan, yang diharapkan bisa mempererat hubungan sesama manusia. Hal ini terlihat dari ketan yang lengket, itu menyimbolkan hubungan yang erat antar sesama.