Awas! Jangan Menyepelekan Diabetes, Bisa Komplikasi Lebih Berat, Berujung Kebutaan

Pasien diabetes melitus diimbau untuk menjaga kesehatan demi mencegah komplikasi lebih berat, termasuk pada organ mata yang bisa berujung kebutaan

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 11 Oktober 2022 | 16:36 WIB
Awas! Jangan Menyepelekan Diabetes, Bisa Komplikasi Lebih Berat, Berujung Kebutaan
Ilustrasi diabetes. Pasien diabetes melitus diimbau untuk menjaga kesehatan demi mencegah komplikasi lebih berat, termasuk pada organ mata yang bisa berujung kebutaan. (Shutterstock)

SuaraSurakarta.id - Ketua II Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Pusat dr. Ari Djatikusumo, Sp.M(K), mengimbau pasien diabetes melitus untuk menjaga kesehatan demi mencegah komplikasi lebih berat, termasuk pada organ mata yang bisa berujung kebutaan.

"Diabetes melitus adalah salah satu penyebab kebutaan permanen yang bisa terjadi. Lebih baik cegah, kalau bisa jangan sampai kena diabetes. Kalau kena, kita jaga jangan sampai komplikasi lebih berat," kata Ari dikutip dari ANTARA, Selasa (11/10/2022).

Bila seseorang sudah menderita penyakit diabetes melitus, dia menyarankan pasien untuk rutin memeriksakan kesehatan mata kepada ahli. Pemeriksaan sejak dini bisa membuat pasien mengatasi kelainan yang ada sejak awal dengan terapi dan pengobatan sesuai kondisi.

Salah satu komplikasi mata yang bisa terjadi pada pasien diabetes melitus adalah Diabetik Makular Edema (DME).

Baca Juga:Studi Sebut Minum Teh Setiap Hari Bisa Bantu Memperpanjang Usia

DME terjadi ketika adanya kebocoran cairan ke pusat makula, yakni bagian peka cahaya dari retina yang berfungsi untuk mempertajam penglihatan langsung.

DME dapat membuat kualitas penglihatan menurun karena adanya kebocoran cairan ke pusat makula.Gejala awal DME biasanya diawali dengan penglihatan yang mulai kabur, lalu hilangnya warna kontras yang bisa dikenali mata, sampai akhirnya timbul titik buta.

Jika DME terdiagnosa secara dini dan segera mendapat pengobatan yang tepat, hal ini memungkinkan kondisi “kehilangan penglihatan” pada pasien dapat diminimalisasi dan berpotensi untuk dipulihkan, sehingga mereka bisa kembali beraktivitas dengan perbaikan penglihatan sampai mendekati normal.

DME masih menjadi penyakit yang menjadi beban masyarakat. Secara global, diprediksi sekitar 93 juta orang terdampak diabetik retinopati dan sekitar 21 juta orang diantaranya menderita DME.

Di Indonesia sendiri, diprediksi terdapat sekitar 28.6 juta penderita diabetes. Di antara pasien diabetes melitus di Indonesia tersebut diprediksi sekitar 5.5 persen akan menderita DME.

Baca Juga:Ajaib! Bumbu Dapur Ini Ampuh Turunkan Gula Darah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak