Situs Mbah Blawu selama ini digunakan sebagai tempat pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun yakni slag alumunium dan timah.
Serbuk logam itu dikemas dalam karung, kemudian ditumpuk di permukaan Situs Mbah Blawu. Serbuk itu akhirnya mengeras seperti batu. Warga setempat mengaku tidak tahu siapa yang membuang limbah.
“Kita lakukan ekskavasi untuk melindungi benda cagar budaya. Kita juga melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Jombang guna memindah limbah B3 itu. Tidak ada yang tahu siapa pembuang limbah B3 tersebut. Katanya sudah lama,” kata Dian.
Baca Juga:Koin Berusia 2.000 Tahun Senilai Rp14,8 Miliar Dikembalikan ke Israel