Awas! Lembaga Keuangan Rentan Alami Serangan Siber, Ini Penyebabnya

Sektor keuangan dan perbankan di Indonesia merupakan industri yang menempati peringkat kedua terbanyak yang mengalami serangan siber, naik dari posisi tiga pada tahun 2021

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 25 Agustus 2022 | 10:00 WIB
Awas! Lembaga Keuangan Rentan Alami Serangan Siber, Ini Penyebabnya
Ilustrasi peretas sedang melancarkan serangan siber. Sektor keuangan dan perbankan di Indonesia merupakan industri yang menempati peringkat kedua terbanyak yang mengalami serangan siber, naik dari posisi tiga pada tahun 2021. [Shutterstock]

"Dalam iklim ransomware saat ini, serangan rantai pasokan dan perjuangan terus-menerus melawan malware baru yang terus berevolusi, threat intelligence dan kemampuan merespons secara cepat menjadi hal yang sangat penting," kata Deon Oswari.

"Kecerdasan komprehensif yang secara proaktif menyingkirkan ancaman, menyediakan layanan keamanan terkelola untuk memantau jaringan Anda, dan kemampuan respons insiden untuk merespons dan menghentikan serangan siber dengan cepat, semua hal tersebut menjadi penting untuk menjaga bisnis Anda tetap berjalan di tahun 2022 ini," lanjut Deon Oswari.

Lebih lanjut, Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK) telah mengimbau industri jasa keuangan sejak tahun 2021 untuk meningkatkan tata kelola teknologi informasi dan manajemen risikonya.

OJK mengungkapkan roadmap pengembangan perbankan Indonesia hingga 2025, yang dibuat untuk mendukung masa depan perbankan digital, serta memperkuat fundamental hukum dan kebijakan keamanan siber.

Baca Juga:APJII Dukung Pemerataan Layanan Telekomunikasi

Oswari menambahkan, "Banyak perusahaan-perusahaan berusaha untuk membangun keamanan mereka dengan menambal sulam produk satu fungsi dari beberapa vendor, namun seringkali gagal dan celah keamanannya dibiarkan."

"Hal ini terjadi karena teknologi yang digunakan tidak terintegrasi. Pendekatan seperti ini juga menghasilkan overhead yang besar karena pekerjaan jadi tergantung pada banyak sistem dan vendor, padahal yang menjadi tujuan semula adalah satu solusi yang terintegrasi," kata Deon Oswari.

Check Point Software merekomendasikan prinsip-prinsip berikut ini agar bisnis tetap aman di dunia maya.

Menjaga keamanan tetap higienis

Pastikan up-to-date patch keamanan di semua sistem dan perangkat lunak. Jaringan harus tersegmentasi, menerapkan firewall yang kuat dan perlindungan IPS antara segmen jaringan untuk mencegah penyebaran infeksi ke seluruh jaringan.

Baca Juga:Google News Initiative Kembangkan Startup Media Digital di Indonesia

Pertimbangkan tools seperti Check Point CloudGuard untuk memberikan keamanan cloud yang terpadu di semua aset dan beban kerja Anda, di seluruh multi-cloud, memberikan organisasi kepercayaan diri untuk mengotomatisasi keamanan, mencegah ancaman, dan mengelola postur pada kecepatan dan skala cloud.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak