Gejala Long COVID-19 Dialami Satu dari Delapan Orang, Benarkah?

Satu dari delapan orang yang terinfeksi virus corona mengalami setidaknya satu gejala long COVID-19

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 07 Agustus 2022 | 08:50 WIB
Gejala Long COVID-19 Dialami Satu dari Delapan Orang, Benarkah?
Ilustrasi penderita covid-19. Satu dari delapan orang yang terinfeksi virus corona mengalami setidaknya satu gejala long COVID-19. (pixabay)

SuaraSurakarta.id - Satu dari delapan orang yang terinfeksi virus corona mengalami setidaknya satu gejala long COVID-19, berdasarkan studi dikutip dari ANTARA pada Minggu (7/8/2022).

Dengan lebih dari setengah miliar kasus virus corona tercatat di seluruh dunia sejak awal pandemi, kekhawatiran meningkat mengenai gejala jangka panjang yang terlihat pada orang dengan long COVID.

Namun hampir tidak ada penelitian yang membandingkan penderita long COVID dengan orang yang belum pernah terinfeksi, sehingga ada kemungkinan sebagian gangguan kesehatan itu tidak disebabkan oleh virus.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet meminta lebih dari 76.400 orang dewasa di Belanda untuk mengisi kuesioner daring tentang 23 gejala umum long COVID.

Baca Juga:Update COVID-19 Jakarta 5 Agustus: Positif 2.569, Sembuh 3.034, Meninggal 4

Antara Maret 2020 dan Agustus 2021, setiap peserta mengisi kuesioner sebanyak 24 kali.

Selama periode itu, lebih dari 4.200 di antaranya - 5,5 persen - dilaporkan terinfeksi COVID.

Dari mereka yang terinfeksi, lebih dari 21 persen setidaknya mengalami satu gejala baru atau gejala makin parah pada tiga hingga lima bulan setelah terinfeksi.

Kendati demikian, hampir sembilan persen responden yang tidak terinfeksi COVID melaporkan peningkatan yang serupa.

Ini menunjukkan bahwa 12,7 persen dari mereka yang memiliki COVID - sekitar satu dari delapan - mengalami gejala jangka panjang, kata penelitian tersebut.

Baca Juga:Kelurahan di Bandung Ditargetkan Suntik Vaksin Booster pada 54 Sasaran Per Hari

Penelitian ini juga mencatat gejala sebelum dan sesudah infeksi COVID, memungkinkan para peneliti untuk menentukan dengan tepat apa yang berhubungan dengan virus tersebut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini