Petugas pun meminta maaf, karena hanya menjalankan tugas dan ini sudah sesuai aturan yang ada. Bahwasannya kursi roda tiga seperti ini disarankan memakai transportasi yang lain.
"Saya hanya menjalankan tugas diutus sama atasan. Ya, mohon maaf kalau masnya tidak bisa naik KRL," ungkap petugas.
Petugas lalu mengatakan, mungkin bagian depan kepanjangan tidak sesuai. Kalau sepeda, sepeda lipat, kursi roda juga yang lipat.
Sementara itu saat dikonfirmasi, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan sudah tahu dan melihat video tersebut kemarin. Harusnya boleh tidak di tolak.
Baca Juga:Potong Nugget Pakai Alat Nyeleneh, Pria Ini Spontan Kena Pukul Ibunya
"Nanti saya cek dulu. Harusnya tidak apa-apa. Numpak BST yo ora opo-opo, itu sebenarnya bukan ranah saya, nanti coba kita komunikasikan," terang putra sulung Presiden Jokowi ini.
Gibran menjelaskan, Kota Solo itu harus jadi kota yang ramah, ramah untuk disabilitas dan wisatawan.
Ia mengaku tidak tahu duduk permasalahannya seperti apa. Harusnya teman-teman disabilitas itu mulai diprioritaskan bukan disingkir-singkirkan.
"Ya, nanti saya cari dulu duduk permasalahannya seperti apa. Kalau bisa ya di fasilitasi, itu ke Jogja ya, jane rapopo, kasihan kalau sampe ditolak-tolak," tandasnya.
Kontributor : Ari Welianto
Baca Juga:Habib Husein Ja'far Datang ke Citayam Fashion Week, Publik Bertanya-tanya: Cari Pemuda Tersesat Bib?