SuaraSurakarta.id - Persis Solo yang menjadi tim pendatang baru ingin menjadi juara pada kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia Liga 1 2022/2023.
"Saya inginkan Persis Solo dapat penyokong pemain ke Timnas, juga bisa menjadi tim yang bisa menjuarai Liga 1, " kata Direktur Utama Persis Solo, Kaesang Pangarep, dikutip dari ANTARA dalam acara peluncuran jersey dan tim Persis Solo Liga 1 2022/2023, di Hotel Swiss Bel Gilingan Solo, Kamis malam.
Persis Solo setelah menjalani musim yang bersejarah pada kompetisi Liga 2 2021, tim yang dijuluki "Laskar Sambernyawa" berhasil keluar sebagai jawara sekaligus mengunci tiket promosi menuju Liga 1 2022/2023.
Di bawah kepemimpinan baru bersama Kaesang Pangarep, Erick Thohir, dan Kevin Nugroho, Persis mencatatkan pencapaian yang urung kembali terulang setelah 14 tahun lamanya, yaitu tampil di kasta tertinggi Liga Indonesia.
Baca Juga:5 Pemain Tertua di Liga 1 2022/2023, Dua Penggawa Persija Masuk Daftar
Laskar Sambernyawa memperkenalkan armada barunya, sekaligus menampilkan penampakan jersey home dan away baru untuk pertama kali. Dengan mengusung konsep Sambernyawa Bangkit, desain jersey home dan away ini memiliki beberapa pemaknaan.
Dominasi paten batik kawung pada permukaan jersey, diambil dari motif kursi yang berada di Stadion Manahan, yang ditujukan sebagai bentuk selebrasi atas kembalinya para suporter ke dalam stadion. Hal ini juga sejalan dengan kebangkitan Laskar Sambernyawa, yang kini telah kembali berada di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Persis mengarungi Liga 1 2022/2023, dengan pelatih Jacksen F. Tiago dan asisten pelatih Eko Purdjiantoro, diperkuat sebanyak 41 pemain yang akan membela tim asal Solo itu, dengan 9 pemain di antaranya merupakan jebolan dari tim Persis Youth.
Pada musim ini, Persis juga memiliki beberapa lapisan umur dan kategori, seperti Persis women, Persis Youth (U-20), dan akademi di usia U-18, U-16, dan U-14 dengan total seluruh penggawa mencapai lebih dari 200 pemain.
Jacksen F. Tiago berharap bisa membentuk tim yang kompetitif untuk bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, sekaligus dapat melakukan terobosan progresif dari aspek pengelolaan klub, sehingga Persis bisa menjadi klub modern yang jauh lebih profesional kemudian hari.
Aspek pembinaan talenta dan keseriusan untuk mengelola akademi juga menjadi target yang diharapkan bisa berbuah manis di masa depan. Maka dari itu, diperlukan kerja sama dan sinergi dari ekosistem sepak bola yang ada di Kota Surakarta, untuk membawa taji.
- 1
- 2