facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Elektabilitas Partai NasDem Merosot di Bawah Ambang Batas, Denny Siregar: Politik Abu-abu Sudah Gak Diterima

Budi Arista Romadhoni Senin, 27 Juni 2022 | 09:47 WIB

Elektabilitas Partai NasDem Merosot di Bawah Ambang Batas, Denny Siregar: Politik Abu-abu Sudah Gak Diterima
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengumumkan tiga nama bakal capres hasil Rakernas, yakni Anies Baswedan, Andika Perkasa dan Ganjar Pranowo, di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (17/6/2022). [Suara.com/Bagaskara Isdiansyah]

Elektabilitas Partai NasDem disebut-sebut merosot usai mengumumkan bakal calon presiden mereka. Hal itu rupanya memberikan sentiman negatif dari masyarakat

SuaraSurakarta.id - Elektabilitas Partai NasDem disebut-sebut merosot usai mengumumkan bakal calon presiden mereka. Hal itu rupanya memberikan sentiman negatif dari masyarakat.

Pegiat media sosial, Denny Siregar ikut memberikan komentar merosotnya Elektabilitas Partai NasDem.

"Politik abu-abu sudah gak diterima jaman sekarang. Disana gak dipercaya, disini gak diterima. Merosot lahhh," tulis Denny di akun twitternya yang dikutip pada Senin (27/6/2022).

Cuitan Denny Siregar yang menyindir Partai NasDem.
Cuitan Denny Siregar yang menyindir Partai NasDem.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto menyebutkan terjadi penurunan elektabilitas Partai NasDem hingga di bawah ambang batas parlemen 4 persen, dari 5,1 persen pada survei Polmatrix, 11—20 Maret 2022, menjadi 3,8 persen.

Baca Juga: Pengakuan Politik AHY: Demokrat Nyaman Bersama Partai Nasdem

"Setelah mengusung Anies sebagai salah satu capres (calon presiden), elektabilitas NasDem merosot hingga di bawah ambang batas parlemen," ucap Dendik dikutip dari ANTARA, Minggu (26/6/2022).

Menurut Dendik, pilihan NasDem sebetulnya sangat rasional mengingat figur Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi alternatif bagi sebagian publik Indonesia.

Awalnya, arah dukungan NasDem kepada Anies memang memberi insentif elektoral, seperti yang tergambar pada tingginya elektabilitas sejak Desember 2021. Akan tetapi, ketika dukungan resmi diberikan oleh NasDem, elektabilitas partai ini justru mengalami penurunan tajam.

Ketua Umum NasDem Surya Paloh pernah mengusulkan duet Anies-Ganjar untuk mengakhiri polarisasi di tengah masyarakat. Akan tetapi, hal itu sangat bergantung pada koalisi yang terbangun dengan partai-partai lain, terlebih Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masih terikat sebagai kader PDI Perjuangan.

Posisi unggul elektabilitas partai politik masih ditempati oleh PDI Perjuangan dengan elektabilitas 17,8 persen, disusul Gerindra sebesar 12,4 persen. Selanjutnya terdapat PKB (8,8 persen), Demokrat (8,5 persen), Golkar (7,3 persen), PSI (5,4 persen), dan PKS (5,1 persen). Dengan demikian, hanya tujuh partai politik yang elektabilitasnya berada di atas ambang batas 4 persen.

Baca Juga: Bertemu Surya Paloh, AHY Sampaikan Partai Demokrat Nyaman Bersama Partai NasDem

"NasDem masih harus membuktikan apakah pencapresan Anies tidak mengancam semangat restorasi yang diusung," ucap Dendik.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait