facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Berada di Singapura, Abu Janda Minta Indonesia Tegas dalam Menindak Orang yang Terpapar Radikalisme

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 20 Mei 2022 | 09:49 WIB

Berada di Singapura, Abu Janda Minta Indonesia Tegas dalam Menindak Orang yang Terpapar Radikalisme
Pegiat media sosial Abu Janda memperlihatkan dirinya saat ini berada di Singapura. [Instagram]

Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda kembali memuji sikap Negara Singapura yang menolak tegas kedatangan ustaz Abdul Somad

SuaraSurakarta.id - Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda kembali memuji sikap Negara Singapura yang menolak tegas kedatangan ustaz Abdul Somad.

Diketahui pemerintahan Singapura melarang ustaz Abdul Somad masuk negaranya karena menganggap sang pendakwah sering mengajar paham ekstrimis.

Melalui akun instagramnya, Abu Janda yang tengah berada di Singapura  mengapresiasi keputusan negara yang dijuluki Kota Singa ketika menolak kedatangan ustaz Abdul Somad.

"Singapura sebagai negara kedaulatan punya hak untuk menentukan siapa yang boleh masuk ke negara mereka, siapa yang tidak boleh. Kita bangsa Indonesia harus menghormati hak mereka," buka Abu Janda.

Baca Juga: Kemlu: Penolakan terhadap Abdul Somad adalah Kedaulatan Singapura

Secara khusus ia meminta pemerintah Indonesia tidak harus ambil pusing terkait peristiwa yang dialami ustaz Abdul Somad tersebut.

"Pemerintah Indonesia tidak usah buang waktu dan tenaga untuk urusan yang tidak penting. Kami sebagian besar rakyat Indonesia dukung keputusan imigrasi Singapura yang melarang penceramah ekstrim (radikal) untuk masuk ke negara mereka," papar Abu Janda.

Lantas Abu Janda pun berharap suatu saat nanti pemerintahan Indonesia bisa menerapkan aturan serupa dalam menghadapi pendakwah yang terpapar paham radikalisme.

"Contoh yang bagus buat Indonesia, semoga suatu saat nanti pemerintah Indonesia juga bisa mencontoh cara menghadapi penceramah yang dakwah kebencian dan ekstrimisme. Terima kasih Singapura untuk pelajaran berharganya," tutup Abu Janda.

Sebelumnya, berdasarkan halaman resminya, Menteri Dalam Negeri Singapura atau MHA (Ministry of Home Affairs (MMA) membeberkan beberapa alasan mengenai penolakan ustaz Abdul Somad beserta keluarganya yang hendak menemui sahabatnya di Singapura.

Baca Juga: Balas Tuduhan Singapura Sebar Ajaran Ekstremis, UAS Beri Penjelasan Menohok

Pertama, menurut MHA, ustaz Abdul Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang mana tidak dapat diterima di negara kalangan masyarakat multi-ras dan multi-agama, seperi Singapura. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait