"Anaknya baik, dan ceria. Kalau sama orang itu, monggo om," kenangnya.
Riani menceritakan, pernah korban itu tidak masuk sekolah beberapa hari. Itu pun tidak keluar, karena biasanya itu main ke rumah.
"Enggak keluar pas tidak sekolah. Biasanya main dengan anak saya di rumah. Pernah juga tidak boleh keluar sama sekali," imbuh dia.
Para warga itu tidak pernah mendengar kalau ada tindak kekerasan pada korban. Sempat ada yang mendengar jika anaknya itu nangis saat dipukul.
"Ada yang dengar korban itu menangis, lalu bilang sakit, sakit," ungkapnya.
![Korban saat mau dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo. [Suara.com/Ari Welianto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/04/12/32973-penganiayaan.jpg)
Warga menilai orangnya itu baik dan sering salat ke masjid. Kalau pas lewat dan ada orang pasti menyapa, tapi memang tidak ngobrol-ngobrol dengan warga.
Sementara itu Ketua RT 01 RW 02, Suraji menceritakan jika Dila itu merupakan anak dari adik Kartini.
Karena setalah melahirkan, ibunya tidak mau merawat akhirnya diangkat anak oleh Kartini saat usia selapan atau 35 hari.
"Ayah Dila sudah meninggal saat masih dikandungan, ibu kandung masih hidup tapi di luar kota. Dila mau disebut anak angkat atau anak kandung tidak apa-apa, karena sudah masuk KK keluarga," tandasnya.
Baca Juga:Putra Siregar Dituduh Mengeroyok dan Mabuk, Sahabat: Terlalu Banyak Fitnah
Suraji menambahkan, jika kakak-kakaknya mendapat perlakuan keras itu dari bapaknya. Karena memang background bapaknya itu pegawai sipir penjara.