Nggak Bikin Jijik, Kisah Pemuda Solo Budidaya Tikus hingga Raih Omzet Jutaan

Sebagian besar orang tentu takut, jijik dan geli dengan keberadaan hewan tikus.

Ronald Seger Prabowo
Rabu, 06 April 2022 | 15:11 WIB
Nggak Bikin Jijik, Kisah Pemuda Solo Budidaya Tikus hingga Raih Omzet Jutaan
Yoga Adi Pamungkas (29) yang berada di kandang tikus yang dibudidaya. [Suara.com/Ari Welianto]

Sementara untuk ukuran medium dan dewasa, harga mulai dari Rp 4.500-15.000 per ekor.

Kalau tikus untuk penelitian harganya berbeda, yakni tiga kali lipat dari pakan. Karena itu sudah seleksi, kalau mencit kisaran harga mulai Rp 10.000 hingga Rp 15.000. 

"Satu bulan itu, laba bersih bisa mencapai Rp 8 juta. Peminatnya dari berbagai daerah, paling sering dari Jakarta dan Bogor," tandas dia.

Ditambahkan, untuk cara budidaya sangat mudah dan sama saja. Satu box itu diisi, satu jantan dan empat betina. 

Baca Juga:Jadwal Imsakiyah Kota Solo Hari Ini 6 April 2022, Lengkap dengan Bacaan Niat Puasa

Untuk masa kawin itu buat African Soft Furred diusia 2,5 bulan dengan berat sekitar 55-60 gram. Setelah kawin masa hamilnya itu 2-3 minggu. Itu minimal anaknya mencapai 14 ekor buat satu betina.

Untuk kandang cukup menggunakan box plastik yang disusun lemari yang terbuat dari besi ringan dan ditutup jaring kawat. 

Kebersihan kandang harus dijaga, satu minggu sekali minimal harus diganti. Untuk suhu itu paling tidak 26-30 derajat, di bawah dan di atas itu kurang baik. 

Untuk pakan pakai BF-1 dan biasanya dicampur pakai kangkung. Ketersediaan air minum juga jangan sampai terlewatkan. Karena jika tikus mengalami dehidrasi, bisa menyebabkan kematian. 

"Sejauh ini tidak ada kendala, cuma pintar-pintarnya baca siklus saja," pungkasnya.

Baca Juga:Sambut Ramadhan, Pasoepati Pasar Kliwon Turun ke Jalan Berbagi Ratusan Takjil

Kontributor : Ari Welianto

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini