Warga Sragen Nekat Robohkan Masjid, Dijanjikan Bangunan Baru Orang Jakarta, Endingnya Zonk!

Perobohan masjid Al Fattah pada Februari lalu itu viral di berbagai media sosial (medsos) termasuk Instagram hingga menjadi perbincangan masyarakat.

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 05 April 2022 | 17:07 WIB
Warga Sragen Nekat Robohkan Masjid, Dijanjikan Bangunan Baru Orang Jakarta, Endingnya Zonk!
Mayarakat di Kabupaten Sragen mendadak gempar dengan kasus perobohan masjid yang terjadi di Dukuh Kowang, Desa Ngargotirtyo, Kecamatan Sumberlawang. [ist]

SuaraSurakarta.id - Mayarakat di Kabupaten Sragen mendadak gempar dengan kasus perobohan masjid yang terjadi di Dukuh Kowang, Desa Ngargotirtyo, Kecamatan Sumberlawang.

Bahkan perobohan masjid Al Fattah pada Februari lalu itu viral di berbagai media sosial (medsos) termasuk Instagram hingga menjadi perbincangan masyarakat.

Ketua pembangunan masjid, Agus Pudiyono menceritakan, awalnya warga sekitar hanya ingin merenovasi masjid agar lebih representatif.

Mengingat ada beberapa kerusakan yang harus segera diperbaiki agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari..

Baca Juga:Bukan Hanya Sekedar Membangunkan Lewat Toa, Masjid Jogokaryan Juga Berikan Subsidi Sahur untuk Jamaah

”Pada saat kami punya ide renovasi, ada ada orang yang mengaku-aku dekat seorang dermawan dari Jakarta, menjanjikan pembangunan masjid seutuhnya,” ujar Agus.

Agus memaparkan, dua orang itu kemudian menyarankan agar masjid kampung itu dirobohkan untuk diganti dengan bangunan baru.

Tak hanya itu, dua sosok misterius itu jua menyebut biaya pembangunan masjid sepenuhnya akan ditanggung.

”Kepada takmir maupun warga diyakinkan bahwa akan dibangunkan masjid baru di tempat tersebut. Dana yang dibutuhkan warga untuk pembangunan masjid tersebut akan ditanggung,” tuturnya.

Karena warga percaya, akhirnya masjid dirobohkan. Warga semakin yakin ketika perantara mendesak untuk segera dibuatkan rencana anggaran biaya (RAB) dan desain masjid yang dikehendaki warga. Akhirnya dibuat RAB mencapai Rp1,3 miliar.

Baca Juga:Sejarah Masjid Agung Jatisobo, Tertua di Sukoharjo yang Dibangun Masa PB IV untuk Penyebaran Agama Islam

Setelah Masjid dirobohkan, warga bertanya soal janji dana dari sang dermawan. Tetapi tidak ada jawaban dari orang tersebut dan hanya bisa memberikan uang Rp10 juta. Warga terpukul karena dana yang dijanjikan itu tidak bisa diserahkan, sementara masjid sudah terlanjur dirobohkan.

”Saat warga dalam kondisi kebingungan, saya ditunjuk sebagai ketua pembangunan kembali masjid kampung. Saya sendiri juga bingung, bagaimana bisa membangun lagi masjid tanpa ada dana memadai,” ungkapnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak