SuaraSurakarta.id - GPH Paundrakarna Jiwo Suryonegoro akhirnya buka suara berkaitan dengan penunjukkan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo sebagai Mangkunegara X.
Paundra mengakui hati dan jiwanya tetap kuat, meski dirinya bukan ditetapkan sebagai penerus tahta Pura Mangkunegaran.
"Tapi saya kuat, Mas. Keluarga Soekarno harus tahan banting. Saya beri bonus pernyataan ya," ungkapnya, Kamis (3/3/2022).
Dalam pesan singkatnya, ia melanjutkan jika keluarga Soekarno atau Bung Karno sudah mengalah dengan rezim selama 32 tahun.
Baca Juga:Jelang Pengukuhan Raja Baru Mangkunegaran, Abdi Dalem Lakukan Persiapan
Meskipun rezim yang dimaksud ia tidak menyampaikan secara rinci. Hanya saja dirinya menjelaskan merasa lebih mengalah hingga kurun waktu tersebut.
"Saya harus menerima lelakon (nasib) yang sudah dikondisikan seperti ini dari orang-orang di sekitar saya," paparnya.
Selain itu, dirinya tidak mau menyampaikan lebih jauh tentang kondisi ini yang diterimanya dan bukanlah waktu yang tepat saat ini.
Paundra memilih menenangkan hati terlebih dahulu karena keputusan tersebut merupakan bagian dari jalannya hidup.
"Saya orang yang percaya pada rencana Tuhan dan maunya Tuhan," tandasnya.
Baca Juga:KSAD Undang Megawati Beri Pengarahan di Rapim TNI AD 2022
Lebih lanjut, dirinya juga menyampaikan akan menghadap terlebih dahulu dengan Megawati Soekarnoputri dan Guntur Soekarnoputra.
"Saya akan sowan atau menghadap terlebih dahulu dan matur kepada Pakdhe (Guntur) dan Budhe (Megawati)," tegasnya.
GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo ditunjuk sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara X.
Pengumuman resmi ini disampaikan oleh Wedono Satriyo Pura Mangkunegaran, KRMT Lilik Priarso Tirtodiningrat yang didampingi para kerabat di Pura Mangkunegaran Surakarta, Selasa (1/3/2022).
Rencananya tata cara adat jumenengan dalem KGPAA Mangkunegara X akan dilakukan pada, 12 Maret 2022 mendatang.
Kontributor : Budi Kusumo