Ritual Maut di Pantai Payangan: Orang Mau Bergabung ke Padepokan Tunggal Jati Nusantara karena Punya Masalah Pribadi

Sebelum menetapkan Nurhasan menjadi tersangka, polisi memeriksa delapan anggota padepokan serta saksi mata.

Siswanto
Kamis, 17 Februari 2022 | 13:24 WIB
Ritual Maut di Pantai Payangan: Orang Mau Bergabung ke Padepokan Tunggal Jati Nusantara karena Punya Masalah Pribadi
Nurhasan pimpinan Padepokan Tunggal Jati Nusantara jadi tersangka ritual maut di Pantai Payangan Jember, Rabu (16/2/2022). [SuaraJatim/Adi Permana]

“Kegiatan ritual sudah dilakukan tujuh kali. Namun sebelumnya dilakukan di pinggiran pantai saja sehingga aman. Baru pada 13 Februari 2022, masuk ke dalam air,” kata Hery.

Ritual pada Minggu dini hari itu diikuti 23 orang.

Anggota padepokan memiliki latar belakang yang berbeda-beda, demikian pula motivasinya.

“Ada yang memiliki latar belakang ekonomi, masalah keluarga, ada pula yang ingin mendapatkan kesembuhan, sehingga berobat alternatif. Kami akan dalami, karena antara satu dengan yang lain, motivasi untuk bergabung dengan kelompok ini berbeda-beda,” kata Hery.

Baca Juga:Terungkap! Tunggal Jati Nusantara Ternyata Sudah 7 Kali Ritual di Pantai Payangan Jember

“Awalnya ini kan pengobatan alternatif. Pada saat ada anggota yang merasa mendapatkan kesembuhan saat berobat, dia akan menyampaikan ke yang lain. Dari mulut ke mulut, berita soal Tunggal Jati Nusantara ini beredar. Tidak ada paksaan, surat edaran, atau membuka pendaftaran sebagai anggota. Semuanya diinformasikan oleh anggotanya sendiri kepada masyarakat. Biasanya melalui teman, saudara, sehingga ada ketertarikan untuk bergabung. Biasanya yang bergabung memiliki masalah.” 

Nurhasan dianggap sebagai orang yang paling bertanggungjawab pada kejadian Minggu dini hari.

Dia menjadi pemrakarsa, “mulai dari awal yang bersangkutan berangkat dari rumah hingga ritual doa yang dilakukan di tempat kejadian perkara sampai tenggelamnya sebelas orang tersebut.” [Beritajatim dan rangkuman laporan Suara.com]

REKOMENDASI

News

Terkini