Masyarakat yang tinggal di situ sudah mulai melakukan kegiatan ekonomi dengan ketrampilan yang diperoleh, seperti membuat kerajinan.
Kehidupan sekarang pun lebih baik jika dibandingkan dulu sebelum ditutup.
"Pas awal-awal ditutup itu sempat ada yang mau balik lagi, mungkin bingung tahu-tahu ditutup. Pembinaan terus dilakukan, kegiatan pemberdayaan masyarakat juga jalan terus," terang dia.
Dengan adanya perubahan di kawasan Silir, tidak ada lagi suara negatif tentang Silir. Kehidupan sehari-hari masyarakat sudah seperti biasanya.
Baca Juga:Telah Lewati Gelombang Kedua Covid-19, Tahun Ini Ekonomi Indonesia Diprediksi Mulai Rebound
"Sekarang image negatif tentang Silir sudah mulai hilang. Gotong royong masyarakat juga bagus untuk membangun kawasan Silir," tuturnya.
Ekya menambahkan, penataan kawasan Silir harus tetap dilanjutkan oleh pemerintahan Wali Kota Gibran Rakabuming Raka.
Pembangunan fisik tetap menjadi prioritas, seperti jalan selain itu juga pemberdayaan masyarakat. Sekarang ini sudah dibangun pemukiman-pemukiman masyarakat. Tapi jalan ada belum rata atau belum diaspal dan saluran airnya juga.
Karena kalau pas hujan pasti ada genangan dan becek. Jadi ini ada perubahan total yang dulunya seperti itu, tapi sekarang sudah baik.
"Harapan saya agar kawasan Silir semakin baik, seperti fasilitas jalan atau saluran airnya. Sekarang banyak pemukiman baru yang dibangun di sana," tandas dia.
Baca Juga:Sandiaga Uno Dinilai Punya Peluang Maju di Pilpres 2024, Asalkan Penuhi Hal Ini
Kontributor : Ari Welianto