facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Elektabilitas Airlangga Hartarto Membebani, GMPG Nilai Golkar Bisa Jadi Partai Gagal di 2024

Ronald Seger Prabowo Kamis, 27 Januari 2022 | 09:36 WIB

Elektabilitas Airlangga Hartarto Membebani, GMPG Nilai Golkar Bisa Jadi Partai Gagal di 2024
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto (tengah) di kantor DPP Golkar, Jakarta. (Suara.com/Bagaskara)

Elektabilitas Airlangga Hartato tidak mampu mencapai angka diatas 5 persen dan hingga kini masih terus menerus berputar - putar dibawah angka nol koma persen.

SuaraSurakarta.id - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto terus digadang-gadang maju sebagai calon presiden (capres) pada pemilu 2024 mendatang.

Namun, inisiator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Almanzo Bonara menilai, performa Airlangga Hartarto masih jauh dari harapan.

“Kondisi ini jelas bertolak belakang dengan harapan. Sebab, performa Airlangga Hartarto dipandang belum layak masuk dalam panggung kontestasi pencapresan nanti,” ujar Almanzo, Kamis (26/1/2022).

Padahal, lanjut Almanzo, semua langkah-langkah konsolidasi partai telah dilakukan dengan menggerakan semua instrumen partai.

Baca Juga: Kemenpora Beri Edukasi Anak Muda Soal Sosial Politik

Namun jika dilihat hingga saat ini, hasil survey (dari lembaga survey kredibel) menunjukan elektabilitas Airlangga Hartato tidak mampu mencapai angka diatas 5 persen dan hingga kini masih terus menerus berputar - putar dibawah angka nol koma persen.

Tentunya, lanjut Almanzo, hal ini memperkuat asumsi publik bahwa Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum Partai Golkar dan calon presiden kurang mendapat simpati publik dan tidak mendapatkan dukungan yang kuat dari rakyat.

“Terbukti, konsolidasi partai yang dilakukan selama ini tidak mampu mendongkrak Airlangga Hartarto secara elektoral selaku calon presiden,” paparnya.

Hal ini tentu menujukan bahwa Partai Golkar telah mengalami dekadensi konsep dan ide dalam mempersiapkan strategi kepemimpinan nasional. Sebab, lanjut Almanzo, secara eksistensial Partai Golkar ada, namun tak lagi mampu menjadi pendulum dan inersial dalam pentas kepemimpinan bangsa.

“Karena lemahnya kepemimpinan partai dalam menjalankan kerja-kerja politik yang dapatdirasakan langsung oleh rakyat. Semua menjadi tersumbat akibat kerja partai yang sering terjebak dalam ruang seremonial semata, wajar bila Golkar semakin sulit meraih simpati publik,” tuturnya.

Baca Juga: Kerangkeng Isi Manusia, Golkar Akan Cek Langsung Rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin

Karena itu, Almanzo menyarankan, kondisi ini harus menjadi alarm yang serius bagi semua kader partai bahwa saat ini ada anomali dalam pengelolaan partai.

Mestinya dengan modal politik dan infrastrukur yang dimiliki oleh partai Golkar saat ini, harusnya mampu menunjang elektetabilitas Airlangga Hartarto selaku calon presiden yang diusung oleh Partai Golkar, dan tidak boleh kalah dengan capres lain, apalagi dengan capres yang tidak memiliki infrastruktur partai.

“Saya kira kita jangan lagi mendaur ulang kesalahan Partai Golkar pada pemilu 2014 lalu. Jangan sampai terbebani elektabilitas Ketum, bisa membuat Golkar menjadi partai Gagal di 2024. Karena itu elite partai harus objektif dan bijaksana dalam mengambil kebijakan strategis bagi partai,” pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait