facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Modus Jual Beli Minyak Goreng Murah, Polres Sukoharjo Ringkus Warga Boyolali, Total Kerugian Bikin Geleng-geleng

Ronald Seger Prabowo Selasa, 25 Januari 2022 | 19:43 WIB

Modus Jual Beli Minyak Goreng Murah, Polres Sukoharjo Ringkus Warga Boyolali, Total Kerugian Bikin Geleng-geleng
Polres Sukoharjo berhasil mengungkap kasus penipuan minyak goreng, Selasa (25/1/2022). [Suara.com/Ari Welianto]

Pelaku jual beli minyak goreng murah berhasil menipu 22 orang.

SuaraSurakarta.id - Polres Sukoharjo berhasil mengungkap kasus penipuan minyak goreng

Pelaku RZ (30), warga Ngemplak, Kabupaten Boyolali berhasil diamankan oleh kepolisian. RZ berhasil menipu 22 orang dengan total kerugian mencapai Rp600 juta.

"Motifnya pelaku itu dengan memanfaatkan situasi harga minyak goreng yang tidak stabil. Hasilnya itu untuk memenuhi kebutuhan pribadi,” ujar Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Selasa (25/1/2022).

Menurutnya, jika pelaku telah melakukan aksinya melalui akun Facebook (FB). Di mana telah menawarkan barang-barang sembako seperti minyak goreng, gula pasir, mie instan, dan kecap.

Baca Juga: Kasihan Lihat Pedagang Kecil di Madiun dan Ponorogo, Rima Darma Bagi-bagikan Minyak Goreng

"Kejadian ini berlangsung pada bulan September 2021 lalu. Tersangka menawarkan barang sembako dengan cara memposting di FB," ungkapnya.

Dalam aksinya, tersangka mencantumkan nomor yang bisa dihubungi. Tersangka menawarkan barang-barang dengan harga dibawah atau lebih murah kepada para tengkulak.

"Apa yang ditawarkan tersangka menarik perhatian orang agar memesan atau membeli. Banyak warga yang tertarik untuk membeli," terang Kapolres.

Kapolres menjelaskan, warga yang pesan diminta uang muka 50 persen dari harga dan ditransfer ke rekening milik tersangka. 

Namun, barang yang dipesan tidak dikirim padahal korban sudah membayar semua pesanannya. 

Baca Juga: Salut, Emak-emak Ponorogo Bagikan Ribuan Liter Minyak Goreng Usai Menang Arisan

"Banyak macam alasan dari tersangka kenapa sebagian barang tidak dikirim. Ada juga barang yang sama sekali tidak dikirim," tandasnya.

Jumlah kerugian korban yang melapor ada yang mencapai Rp 58 juta. Untuk hasil menipu dipakai tersangka buat 
membeli mobil dan merenovasi rumah.

"Jumlah kerugian korban itu berbeda-beda, total kurang lebih sebesar Rp. 600 juta. Itu ada 22 korban yang datang melapor," sambung dia.

Setelah adanya laporan, Satreskrim Polres Sukoharjo melakukan serangkaian penyelidikan, mengumpulkan alat bukti dan mencari keberadaan tersangka. 

Usai tersangka ditemukan, dilakukan pemeriksaan dan tersangka mengakui perbuatannya.

"Tersangka dijerat pasal dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan. Dalam Pasal 378 dan atau Pasal 372 dari KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara," pungkas dia.

Kontributor : Ari Welianto

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait