facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Enggan Laporkan Balik Dosen UNJ, Gibran Beri Jawaban Tengil: Aku Ora Salah Kok

Ronald Seger Prabowo Selasa, 11 Januari 2022 | 18:18 WIB

Enggan Laporkan Balik Dosen UNJ, Gibran Beri Jawaban Tengil: Aku Ora Salah Kok
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka saat memberikan keterangan kepada wartawan. [ANTARA/Aris Wasita]

Kedua anak Presiden Jokowi dilaporkan ke KPK atas dugaan KKN dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

SuaraSurakarta.id - Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun.

Kedua anak Presiden Jokowi ini dilaporkan ke KPK atas dugaan KKN dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Gibran pun tidak ada rencana untuk melaporkan balik. Bahkan dengan tegas, Gibran menantang Ubedilah Badrun untuk membuktikan.

Gibran juga siap diperiksa dan ditangkap kalau memang melanggar.

Baca Juga: 2 Anak jokowi Dilaporkan ke KPK, Moeldoko: Jangan Judgement Anak Pejabat Gak Boleh Kaya

"Lha, ngopo melaporkan balik," ungkap Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Selasa (11/1/2022).

Menurutnya, dirinya meminta sang pelapor untuk memberikan bukti. Jika memang salah, dirinya siap ditangkap sekarang juga.

"Penak to. Buktikan dulu, aku salah ora. Salah, detik ini ditangkap yo orapopo," tegas dia.

Gibran siap menjalani proses hukum jika memang terbukti melakukan pelanggaran.

Gibran juga sudah mengkroscek masalah ini dengan Kaesang Pangarep. 

Baca Juga: Terkuak! Ini Oknum Garuda Indonesia Diduga Korupsi Pengadaan Pesawat ATR 72-600

"Uwes tak kroscek ke Kaesang," sambungnya.

Seperti diketahui, Gibran dan Kaesang dilaporkan ke KPK, Senin (10/1/2022) kemarin atas dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) dan TPPU.

Mereka dituding memiliki relasi bisnis dengan PT BMH yang terlibat pembakaran tahun 2015 lalu.

Keduanya disebut telah menerima kucuran dana dari petinggi perusahaan PT SM yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembakaran hutan 2015 lalu. 

PT SM menjadi tersangka pembakaran hutan dan dituntut oleh Kementerian Lingkungan Hidup dengan nilai Rp 7,9 triliun. 

Kontributor : Ari Welianto

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait