“Ya anak saya juga ada yang jualan. Tapi sekarang saya jualan untuk kebutuhan sendiri sehari-hari. Tapi kalau anak saya minta [uang], saya bisa ngasih, itu saja,” ucap dia.
Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Setia Kawan Solo Baru, Sudarsi, mengatakan Harsi diketahui sudah berjualan tengkleng di Solo Baru sejak lama. Namun, dia mengakui Harsi sempat dua kali pindah lapak dan terakhir di Jl. Kunir Solo Baru.
“Ibunya sudah lama sekali jualan. Soalnya ada teman saya juga yang sempat mengeluhkan jajan di situ membayar dengan harga mahal. Itu kalau tidak salah sudah 15 tahun yang lalu. Di tempat sebelumnya, beda dengan saat ini. Jadi memang sudah lama,” ucap dia.
Sebelumnya diberitakanm warung tengkleng Harsi di Solo Baru, Sukoharjo, belakangan viral setelah dikritik oleh masyarakat lantaran dinilai mematok harga terlalu tinggi.
Baca Juga:Cihuyyy! Jalan Raya Ditutup Akibat PPKM Darurat, Anak-anak di Solo Baru Asyik Main Bola
Kisah terkait warung tengkleng tersebut mencuat setelah muncul postingan sejumlah review dari google maps yang dihimpun dan di-screenshot oleh beberapa pihak. Respons tersebut kemudian ditanggapi macam-macam oleh masyarakat dan ikut terpicu mengungkapkan pengalaman buruk mereka yang juga merasakan hal serupa.